Ringkasan Cerpen
:
Terselubung
Di sebuah desa hiduplah seorang tukang
yang bernama Sarman. Ia adalah tukang desa yang ingin merubah nasibnya dengan
merantau ke kota untuk menjadi tukang yang lebih ahli. Hal itu terwujud setelah
adanya ajakan dari keluarganya. Namun, ia juga harus rela meninggalkan istrinya
yang sedang hamil tua.
Setelah sampai di kota, Sarman mendapat
pekerjaan untuk membangun rumah yang mewah. Sekarang keahliannya sudah
bertambah, setelah bisa membuat rumah yang jauh lebih bagus daripada yang di
desa, ia juga tahu cara bekerjasama yang baik. Kenyataan itu semakin menguatkan
niatnya untuk terus bekerjakeras agar bisa membangun sepetak rumah untuk
istrinya.
Setelah sekian bulan bekerja dan sudah
membangun banyak rumah, ia selalu mengirimkan surat kepada istrinya yang berisi
kabar serta foto dirinya dan rumah yang telah dibangunnya. Ia juga sering
berhayal jika ia bisa membangun rumah untuk dirinya sendiri.
Beberapa lama setelah itu, uang yang
didapatkan dari bekerja sudah cukup banyak, namun ia tidak mau menggunakan
uangnya secara berlebihan seperti teman-temannya yang lain. Banyak bangunan
rumah yang telah ia selesaikan. Hingga suatu hari Mandor harus memberitahukan
bahwa sebagian buruh harus diberhentikan termasuk Sarman. Hal itu sangat
menyedihkan baginya karena impiannya selama ini terancam sirna. Akhirnya
setelah mendapatkan berita itu, ia harus pulang ke kampung dan membatalkan
niatnya untuk membangun sepetak rumah di desa untuk istrinya.
1.
Judul Cerpen :
Terselubung
2.
Sumber : Noda Pipi Seorang Perempuan,
Ratna Indraswari Ibrahim, 2003, Tiga Serangkai
3. Tema Cerpen : Perjuangan dan Kerja Keras
4.
Tokoh dan Watak Masing-Masing Tokoh
No.
|
Tokoh
|
Watak
|
Bukti Pendukung
|
1.
|
Sarman
|
Pekerja keras,
penyanyang keluarga namun sering berhayal dan melamun
|
Sarman meyakinkan Istrinya bahwa kepergiannya ke
Jakarta untuk mewujudkan cita-cita mereka.
Sarman tahu bagaimana menghabiskan uang pada
malam hari seperti teman-temannya, tetapi Sarman tidak melakukannya
Setiap malam sehabis bekerja, di bedeng tempat tinggal
mereka, Sarman berkumpul
|
2.
|
Minah
|
Penyabar dan
setia pada suaminya
|
Minah sebenarnya merasa keberatan jika suaminya
jauh dari dia apalagi dengan keadaannya sekarang yang sedang hamil tua
|
5. Cara Pendeskripsian Watak Tokoh
No.
|
Teknik
|
Bukti Pendukung
|
1.
|
Secara langsung
|
Sarman merasa gembira ketika dia diajak salah
seorang saudaranya ke Jakarta untuk belajar menjadi tukang
|
6. Latar Cerita
No.
|
Jenis Latar
|
Bukti Pendukung
|
1.
|
Tempat
ü Desa
ü Rumah
ü Bedeng
|
Pada kalimat :
”....... ia masih menjadi tukang di desa..”
”....... pembangunan rumah kedua jadi...”
”....... pembangunan rumah pertama selesai
”Setiap malam sehabis bekerja, di bedeng tempat
tinggal.......”
|
7. Alur Cerpen
No.
|
Konflik
|
Penyebab
|
Akibat
|
1.
|
Batal membuat rumah karena berhenti bekerja
|
Pemborong tukang harus memecat sebagian
tukangnya, termasuk Sarman.
|
Sarman harus kembali ke kampungnya karena sudah
tidak memiliki pekerjaan lagi di kota.
|
8. Sudut Pandang Pengarang
No.
|
Jenis Sudut
Pandang
|
Bukti Pendukung
|
1.
|
Orang ke tiga sebagai pengamat
|
”...Sarman seakan-akan melihat sebuah dongeng
yang tidak pernah diceritakan orang di kampungnya.. ”
|
9. Nilai-Nilai Kehidupan
No.
|
Jenis Nilai
|
Nilai Kehidupan
|
1.
|
Moral
|
Menghargai bahwa setiap pekerjaan ada masanya
|
2.
|
Sosial
|
Menerima jika diri kita digantikan dengan orang
yang lebih baik
|
3.
|
Religi
|
Mencoba ikhlas dan sabar serta tidak berputus
asa
|
Komentar
Posting Komentar