masih banyak kekurangannya.. moga bisa bermanfaat.. :)
PROPOSAL PENELITIAN LIDAH BUAYA ( ALOEVERA )
I. PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kegiatan yang akan kami laksanakan bertujuan untuk memperluas sudut
pandang diri sendiri pun masyarakat akan peran/fungsi maksimal dari lidah buaya
yang akrab dikenal sebagai tanaman hias. Kami memfokuskan penelitian ini pada
daerah Penede Gandor, Lombok Timur.
Masyarakat Penede Gandor menanam tanaman Aloevera ini hanya sebagai
tanaman hias. Kebanyakan dari mereka juga hanya menanam lalu menelantarkannya.
Kerap kali tanaman itu ditemukan dalam keadaan bertumpuk dan berhambur saja.
Menurut pengamatan kami, masyarakat hanya memanfaatkannya sebagai tanaman hias.
Kami akan meneliti mengenai berbagai manfaat Aloevera dalam
kehiduoan bermasyarakat selain sebagai tanaman hias karena selain mudah ditemui
dan ditanam, perkembang biakan tanaman ini juga terbilang mudah.
Kami menemukan banyak manfaat yang ternyata sangat dibutuhkan
banyak kalangan pada masa ini. Selain sebagai tanaman hias yang cantik,
Aloevera juga berfungsi sebagai bahan kosmetik dan obat tradisional,bahkan
sangat banyak manfaatnya dibidang kesehatan.
Dalam
penelitian ini, kami memfokuskan pada bidang kesehatan. Dalam bidang kesehatan
ternyata ditemukan bahwa manfaat dari tanaman ini yaitu sebagai antibiotik,
antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi,
antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta
antivirus yang resisten terhadap antibiotik. Tidak hanya itu, lidah buaya juga
bisa mengobati bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir,
dan radang tenggorokan.
Karena hal
ini tentu sangat menarik bagi kami untuk diteliti. Selain menemukan hal baru,
penelitian ini kelak akan membuka fikiran masyarakat akan manfaat tanaman yang
akrab dipandangi ini, semoga !
B.
Rumusan Masalah
1.
Apakah
kandungan dari “Lidah Buaya” ?
2.
Hal apa yang
bisa dilakukan dari banyaknya lidah buaya yang kurang dimanfaatkan ?
3.
Apakah manfaat
dari “Lidah Buaya” ?
4.
Bagaimana
pandangan masyarakat mengenai manfaat tanaman “Lidah Buaya” ?
C.
Tujuan
Penelitian
1.
Untuk mengetahui
kandungan pada tanaman lidah buaya
2.
Untuk
memberikan alternative lain dari pemanfaatan lidah buaya
3.
Untuk menemukan
manfaaat lain dari Aloevera “ Lidah Buaya “ yang lebih dikenal hanya sebagai
tanaman hias.
4.
Untuk
mengetahui pandangan masyarakat mengenai tanaman lidah buaya.
D.
Manfaat Penelitian
1.
Data mengenai
lidah buaya, berupa kandungan ataupun pemanfaatan alternatifnya dapat memancing
keingintahuan masyarakat untuk mencobanya. Hal itu merupakan respon yang baik
untuk memperkenalkan hasil penelitian kami karena dapat membuka pandangan
masyarakat akan sisi lain dari Aloevera.
2.
Data mengenai
alternative lain dari pemanfaatan tanaman ini sebagai inspirasi bagi masyarakat
yang memiliki ide kreatif dalam bidang kuline, kecantikan, ataupun kesehatan. Sehingga
pemanfaatan tersebut dapat melahirkan ide yang menjurus pada bidang industri,
dimana lapangan pekerjaan dapat diperluas.
II. KAJIAN PUSTAKA
Dari survei yang kami peroleh mengenai manfaat lidah buaya dari
beberapa orang yang akrab dengan Lidah buaya, mereka beranggapan bahwa manfaat
dari lidah buaya hanya sebagai tanaman hias dan penyubur rambut saja. Beberapa
dari mereka juga mengetahui bahwa tanaman ini berperan sebagai obat herbal,
namun kebanyakan dari mereka bahkam tidak mengetahui cara pengolahanya, hanya
sebatas mendengar kabar burung saja.
Pada penelitian yang kami rancang ini, kami ingin membuka dan
menginformasikan akan manfaat lain dari aloevera itu sendiri selain sebagai
tanaman hias ataupun penyubur rambut karena aloevera juga berkhasiat untuk
mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan
jantung.
Lidah
buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan
berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun
1875 SM.
Bangsa
Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500
SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman
keabadian.
Seorang
peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes,
menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya
bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang
tenggorokan.
Dalam
laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat,
mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki
kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap
lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah
air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.
ü Makanan
Kesehatan
Menurut
seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK,
dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk
pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini
mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.
Di
antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino,
karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan
obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus,
antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson,
antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.
Mengingat
kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna
menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. “Misalnya lidah buaya
juga mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin.
Dalam waktu sepuluh hari gula darah bisa normal,” katanya.
ü Mengandung
Antioksidan
Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.
Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.
“Bahkan
hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa
dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi
sebagai antioksidan,” ujarnya. Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan
dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif.
Lidah
buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah
buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit.
Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya,
kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.
Selain
wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka.
Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena
lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar
yang baik.
Sejauh
ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan
lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum
pernah mengonsumsi lidah buaya. “Tapi, sejauh ini dari pasien saya yang
mengonsumsi suplemen berbahan dasar lidah buaya, reaksi yang muncul adalah
karena daya kerja obat yang melawan penyakit,” katanya.
Namun,
yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir mirip
dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu
bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang
dikandungnya rusak.
“Memang
tidak semua unsurnya rusak, tapi siapa yang mau hanya mendapat ampas? Karena
itu, sebaiknya segera konsumsi ramuan lidah buaya, baik yang diracik atau yang
sudah diolah, agar lebih terasa manfaatnya,” lanjutnya.
ü
Ramuan Lidah Buaya
© Radang
tenggorokan
Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.
Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.
© Ambeien
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.
© Sembelit
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.
© Diabetes
melitus
Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.
Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.
ü
Penurun kadar gula darah
Cara
Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan)
dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam
air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran).
Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas,
2 sampai 3 kali sehari.
ü Penyubur
rambut
Cara
Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala
yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya
rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.
ü Batuk
(yang membandel)
Cara
Meramu: 20 gr daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok
makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari.
III.
METODE PENELITIAN
A.
Lokasi
Penelitian
Mengingat lokasi daerah tempat tinggal
kami yang luas,maka kami membatasi daerah penelitian kami hanya pada daerah yang jumlah tanaman Lidah buayanya sedikit
tepatnya di daerah Penedagandor khususnya di dusun Ambengan.
B.
Waktu
penelitian
Survei yang kami lakukan mengenai tanaman
Lidah buaya dilakukan selama satu minggu [ 14-21 januari ]
C.
Metode
penelitian
Dalam pembuatan proposal ini, metode yang digunakan adalah survei
data.
IV.
DAFTAR PUSTAKA
MAKASIH bngtzzz....ya,,,
BalasHapussemoga bisa membantu :)
BalasHapusassalamualaikum, kalau pengaplikasian untuk radang teggorokan ini sudah pernah dilakukan kah sebelumnya? terimakasih
BalasHapusMakasih bree 😎
BalasHapus