Assalamualaikum Warrahmatullahi
Wabarrakatuh
Entah. Apa yang sedang aku pikirkan. Rasanya, benar-benar muak dengan apapun yang ada di depanku saat ini!
Sederet pikiran orang lain, tidak pernah
secara mentah bisa masuk dalam logikaku. Yang ku maksud adalah mengenai banyak
hal. Ya, mereka benar-benar memuakkan! Bagaimana mungkin? Kita bisa merasa
senang bergaul dengan orang-orang yang selalu mengulangi kesalahannya, dan itu
kita sebut persahabatan tanpa celah? Aku benar-benar tidak mengerti, mengapa
banyak orang tidak berpikir tentang bagaimana cara menjaga perasaan orang lain.
Ah, bukan.. aku tidak bermaksud mengatakan bahwa aku itu sempurna. Tidak sama
sekali. Karena, aku juga sangat muak dengan diriku sendiri!
Aku
bingung, apa yang ku lahap di tiap hari? Hingga memiliki
senyum yang begitu awet. Hingga dapat tertawa begitu keras. Hingga dapat
menyemangati pun menyugesti banyak orang. Sampai-sampai mereka tertipu bahwa
aku itu bijaksana. Sampai-sampai mereka tertipu bahwa aku itu dewasa.
Tahu kah? Walau suka bergurau, aku
sebenarnya sangat sangat sensitif. Kabar baiknya, otak itu ada di dalam
tempurung. Jadi, mereka tidak perlu tahu tentang rumit dan sesering apa aku
mengingat apa-apa yang aku tidak sukai. Aku benar-benar muak dengan orang-orang
yang sombong. Apa yang mereka banggakan? Harta? Hah! Pendosa!
Aku terkadang sangat lembut, tapi juga
bisa sangat kasar. Kabar buruknya, tidak ada yang sadar akan hal itu. Seperti
yang ku bilang tadi, entah apa yang ku
lahap di tiap hari! Pengendalian emosiku benar-benar beku! Aku tidak bisa
kasar kepada seseorang secara langsung. Walau aku sangat sangat ingin dan
selalu berkhayal melakukannya. Walau mereka sangat keterlaluan! Aku terkadang
merasa sangat bodoh! Tapi, lagi-lagi raga ini mengunciku. Ia katakan, “tenang.. lebih baik diam”
Sebenarnya, aku condong dalam pemikiran
yang selalu serius. Tapi, aku benar-benar suka bercanda! Hanya saja, menurutku
itu memiliki waktunya masing-masing. Ketika sedang serius, maka aku serius
100%. Pun sebaliknya dengan bercanda. Kabar memuakkannya, hal ini yang selalu
membuatku tidak suka pada seseorang! Hellow?! Aku sedang serius! Tidak ingin
bercanda 0,00001 % pun! Benar-benar tidak lucu! Kau memuakkan! Haha~
Aku seringkali terlihat cuek dan tidak
peduli pada suatu hal. Hal itu kerapkali membuat telingaku panas. Yaa, walau
sebenarnya aku itu sangat pengkhawatir. Dengan pemikiran ajaibku, aku sering
berkhayal berlebihan. Pernah, adikku pulang terlambat. Dan telpon genggamnya tidak dapat dihubungi.
Aku langsung berpikir yang aneh-aneh. Kecelakaan. Diculik. Masuk jurang.
Tersambar petir. Haduuhh..
Aku tidak suka mie, gelap, debu dan
asap, terlebih asap rokok! Yaa Tuhan. Aku benar-benar benci rokok! Apapun yang
berkaitan dengan rokok, aku muak! Aku mengharamkan adik-adikku merokok. Jika
mereka melanggar, tidak akan kuakui sebagai adik! AKU BENAR-BENAR BENCI. Bahkan
aku bertekad, hanya akan sudi berkeluarga dengan pria bebas rokok nantinya.
Haha. Terkadang, ketidaksukaanku ini berimbas dengan orang-orang di sekitarku.
Semisal, kami sedang makan bekal di sekolah, salah seorang temanku membawa
bekal mie goreng. Ada dua kemungkinan, aku yang pergi, atau dia yang pergi. Yaa
rasanya tidak enak hati juga terkadang. Pun sama halnya dengan debu dan asap.
Jika di dekat dua hal ini, alergiku pasti datang. Bersin-bersin dan batuk tanpa
henti. Huh. Menyebalkan! Aku tak segan menegur seseorang di dekatku ketika ia
sedang merokok, jangan kaget. Kalaupun tidak, mungkin aku yang akan menjauh.
Nah, itulah sebabnya aku tak suka menaiki kendaraan umum ataupun datang di
perkumpulan orang-orang dewasa, seperti arisan atau kawinan. Oh Tuhan.. asap
itu ada di mana-mana! Kabar buruknya, Bapakku adalah seorang perokok berat.
Saat tidak sedang merokok pun, aroma asap rokok menyelimutinya. Ah, aku geram!
Ku katakan padanya itu tak sehat. Aku tidak suka! Lalu ia coba berhenti, tapi
tetap tak bisa. Ia bahkan pernah menjalani meditasi untuk itu. Tapi gagal. Hingga kini
ia masih merokok. Namun, ia tidak akan pernah merokok di depanku. Dan aku sudah
katakan padanya, akan patuh padanya, kecuali segala hal yang berhubungan
dengan rokok! Walau sekedar mencucikan asbak apalagi membelikannya rokok!
Begitu pula dengan gelap. Entah sejak
kapan, aku tidak suka gelap. Khayalanku selalu membuatku berpikir bahwa aku
sedang berada di dalam peti mati. Maksudku, di ruang yang sempit. Aku sesak,
sampai keringat dingin. Walau tengah tertidur, aku tetap akan sadar jika
tiba-tiba lampu memadam. Aku pasti tersentak bangun. Dan tak bisa tidur hingga
lampu menyala. Namun, seiring berjalannya waktu aku mulai berpikir. Aku tidak
boleh takut gelap. Aku coba dengan keluar malam (karena aku anti keluar malam, bagaimana jika tiba-tiba lampu padam,
hah?!) untuk berjamaah sholat magrib dan isya’. Aku bersama temanku, Ria.
Aku berhasil. Sejauh itu aman-aman saja, aku cukup tenang ketika berjalan di
jalanan gelap. Aku membawa senter. Namun, satu hal yang membuatku lemas saat
itu, pernah, ketika sedang sholat isya’ di rekaat ketiga, lampu padam. Aku
hanya berusaha menenangkan diri. Haha.. lampu menyala saat kami tengah
berdzikir, orang-orang melihatku dengan wajah bingung, kata mereka aku pucat..
haha. Tapi, itu semua hanya kisah masa laluku.. sekarang, saat masa SMA, aku menjadi lebih
baik. Sungguh! Aku tidak sehisteris dahulu jika lampu padam. Aku menempelkan
mainan yang berbentuk benda-benda langit dan dapat menyala dalam gelap di
dinding kamarku. Mereka sangat indah. Pun kini aku tetap bisa terlelap walau
lampu padam. Aku juga punya beberapa jadwal les di malam hari. Yang aku tahu,
aku tidak mau merasa takut pada suatu hal yang bisa merugikanku, terlebih jika
waktu yang kugunakan hanya untuk meratap itu bisa menjadi sangat bermanfaat.
Dan, imajinasi yang terlalu luas kadang
membawaku berpikir konyol. Aku sempat berpikir, mungkin saja facebook dan twitter itu
merupakan aplikasi internet yang
memang dirancang untuk menghibur penggunanya. Yaa, sengaja dirancang untuk
ngefollow, retwit, komen, ngelike, chatting, atau apalah. Untuk meraup
keuntungan. Haha, tapi aku hanya tertawa dengan pemikiran itu. Karena
teman-teman dan keluargaku sudah pasti bukan aplikasi kan?
#lho
#lho
Huft.. tentang apa yang selalu ku
pikirkan, aku rasa memang selalu berbeda dengan mereka. Aku ingat dulu, saat
pertama kali mengenal handphone,
adalah hal yang tidak bisa diterima otakku atas seseorang yang dapat berbicara
melalui tempat yang berjauhan. Udara? Apa perantaranya adalah udara? Maka aku
meloncat-loncat saat itu.. berusaha menangkap udara. Mengibasibaskan tanganku
di dekat handphone itu. Aku
benar-benar bingung! Bagaimana bisa?? Sesuatu yang tak terlihat berada pada hal
yang tak tergenggam. Aku pusing! Terlebih, orang-orang disekitarku tak
memikirkannya. Maksudku, mereka tidak peduli tentang bagaimana hal itu bisa
terjadi. Ketika ku tanya, mereka hanya tertawa. Huh. Aku harus menemukan
jawabannya sendiri saat itu.
Sama halnya dengan mesin waktu. Ketika
aku masih SMP, hal itu kerap kali diperbincangkan. Ah, aku tak percaya.
Seseorang datang dari masa depan?? Haha, bagaimana bisa? Masa depan itu belum
ada! Kita sedang melaksanakan aktivitas kita pada saat ini. Bahkan tidak pernah
tahu apa yang akan terjadi besok. Dipercepat?? Haha.. kau ingin katakan bahwa
ada mesin untuk mempercepat rotasi bumi yang mengevolusi matahari itu ada??
Ckck.. pun tentang mesin yang kabarnya dapat membawa kita kembali ke masa lalu.
Aku tetap saja tak percaya. Hey, kau bisa membuat mesin untuk memutar balik
arah rotasi bumi? Ckck
Anehnya, orang-orang di sekitarku mau
saja percaya dengan hal itu. Malah, mereka yang tidak menganggap pikiranku itu
masuk akal. Padahal, aku kan hanya berkata, kemungkinan besar Alien itu ada.
Jagat raya ini sangat luas. Galaksi Bimasakti
hanya sebagian kecil dari luasnya. Dan matahari adalah satu diantara banyak
benda langit yang dapat memancarkan cahaya yang kita sebut bintang. Benda-benda
langit yang kita sebut planet mengelilinginya. Mengorbit pada matahari, karena
memang massa dan gravitasi matahari jauh lebih besar dari pada mereka. Diantara
banyak benda langit (planet) yang mengelilingi matahari, bumi adalah tempat
yang paling tepat oleh makhluk bernama manusia untuk hidup. Oke, beberapa
orang-orang bumi pernah mengunjungi planet-planet lain, dan tidak menemukan
tanda-tanda kehidupan. Maksudku, MEREKA TIDAK MENEMUKAN TANDA-TANDA KEHIDUPAN
UNTUK STANDAR MANUSIA. Haha.. ah, aku bahkan berpikir bahwa planet yang
mengelilingi matahari lebih dari yang ditemukan saat ini. Nah, setahuku,
galaksi tak hanya Bimasakti. Aku juga pernah mendengar nama Andromeda. Huhu..
itu berisi limpahan benda langit yang kita sebut bintang juga kan? Kurasa,
besar kemungkinan disana ada Matahari kedua. Yang tentunya diorbit oleh
benda-benda langit sejenis merkurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus, uranus,
dan neptunus! Haha.. apa tidak ada dari sekian ribu benda langit itu yang mirip
bumi? Tentang kecukupan intensitas cahayanya, kesediaan air, atau apalah, yang
dengan itu entah makhluk apa bisa hidup.
:p
Aku pikir, pasti ada!
Aduh.. aku benar-benar aneh. Aku suka
membaca buku. Kabar miringnya, aku selalu mengingat-ingat tentang isi buku yang
kubaca bahkan saat tertidur. Aku tidak suka fisika dan kimia. Walau banyak hal
pasti yang dengan ilmu itu dapat terungkap, tapi selalu saja otakku menolaknya.
Ketika tugas fisika memintaku mengukur jari-jari matahari dengan rumus
misalnya. Aku benar-benar mau muntah! Hellow?! Angka diameternya saja aku tak
percaya benar. Apa matahari benar-benar bulat sempurna, dan ukuran diameter itu
diketahui dari sisi mananya matahari?? Tak ada angka yang pasti. Apalagi kimia,
ah.. jangan dibahas!
Aku lebih menyukai ilmu yang pasti. Seni,
bahasa, musik, dan tentang biologi aku suka. Aku selalu kagum dengan manusia bionic. Aku suka sesuatu yang
benar-benar bisa aku terapkan. Ilmu tidak pasti, hanya bisa menghancurkan..
Haha, jika aku berpendapat seperti ini
di depan kelas. Aku percaya tak satupun yang mengatakan bahwa aku itu waras. Ku
jadikan saja lelucon tentang hal-hal yang tidak aku sukai itu. Huh. Dan entah
angin apa yang menggeretku ke jurusan IPA! Huft... Ini benar-benar menyesakkan!
Kau harus terbiasa hidup dengan mereka yang memakan rumput, sedangkan kau
seorang karnivora.
Banyak hal yang tak berani aku
ungkapkan. Aku hanya bisa menyimpannya, jika sempat, aku menulisnya. Aku
percaya Tuhan itu ada. Adalah seseorang yang tolol jika mengatakan-Nya tidak
ada. Aku terlahir sebagai seorang muslim. Tahukah? Saat SD, aku percaya pada
semua Tuhan yang diyakini semua agama yang kutahu. Aku berdoa pada mereka semua. Haha..
tapi, lalu aku berpikir. Pasti hanya ada satu. Yang paling hebat. Yang paling benar.
Maka, dengan usia sekecil itu, aku mengumpulkan banyak buku mengenai beragam
agama. Lalu membandingkannya. Tidak ada yang buruk. Mereka memiliki tujuan yang
sama. Apa setiap orang tak sadar? Mengapa harus ada perbedaan agama?? Padahal,
tujuan doa mereka itu kepada satu Tuhan. Aku tidak mengerti. Dan aku sangat
yakin, Islam yang paling benar.
Saat itu, tiap malam aku selalu
termenung. Membayangkan wajah Tuhan. Lalu tertawa, karena sadar, itu lah batas
fikiranku. Maka aku tak pernah mencoba memikirkannya lagi. Haha
Kelas 5 SD. Aku telah memantapkan hati
untuk berjilbab kemana pun, sebelumnya ketika kelas 4, aku hanya menggunakannya
jika ke tempat umum. Di SD ku dulu, tak ada yang menggunakan jilbab. Kecuali
beberapa guru wanita. Alhamdulillah, satu persatu dari teman-temanku ikut
berjilbab. Banyak yang berjilbab setelah itu, adik-adik kelas 1 SD pun mulai
mengenakannya walau baju dan roknya pendek. Hingga kini, SD ku tercinta itu
menetapkan seragam sekolah tertutup dan serba panjang.
Sebentar lagi, aku akan jauh mengembara.
Tamat SMA. Jujur, aku lagi-lagi bimbang. Ah, selalu! Aku merasa runyam dengan
pikiranku sendiri. Kemana langkah selanjutnya??
Aku mengincar UGM dan UI. Entah aku bisa
atau tidak. Setahuku, saingan menuju kesana dari sekitarku saja sudah sangat
menggoyahkan. Tapi, pikiranku selalu mengatakan: disana tempatku. Aku tahu,
Tuhan telah merencanakan suatu hal yang besar untukku. Mungkin ia ingin aku
mengubah sesuatu, atau sekedar mengetahuinya. Aku sadar, Dia selalu menolongku.
Mendengarku, dan sangat sangat menyayangiku. Aku percaya Allah Subhanahu Wata'ala.
Kini, aku tidak takut. Gagal? Haha, aku
juga tengah berjuang..
Orang-orang disekitarku, kadang sangat
ambisius. Mereka sangat tekun. Aku? Ah, tentang apa yang selalu ku lahap di tiap hari lagi..
Hari ini, banyak yang terjadi. Aku mulai
menemukan wajah-wajah orang yang tidak saling menghargai.. maksudku, mereka
hanya mau didengar.
Aku sangat kuat, ya memang. Untuk
beberapa hal aku memang kuat. Tapi, terkadang aku juga sangat mudah menangis.
Jika aku tak bisa meluapkan emosiku, atau memaksakan diri pada hal yang tak
kusukai. Aku pasti menangis.
Terkadang, aku seperti bisa mengerti seseorang. Menebak jalan pikirannya. Mengerti yang ia rasakan. Dan ambisius untuk memperoleh yang ku mau. Misal, aku bertekad harus akrab dengan ‘orang itu’ maka akan benar hal itu terjadi.
Tentang orang-orang di sekitarku. Aku ingin
melindungi mereka semua. Entah mereka suka atau tidak. Sedapat mungkin, aku
tidak ingin merepotkan orang lain. Aku tidak akan mengeluh pada orang-orang
yang tengah bersuka apalagi berduka. Aku selalu ingin mencampuri urusan mereka,
ingin membantu. Tapi, aku sangat tidak suka orang-orang mencampuri urusanku.
Ada beberapa orang yang selalu membuatku
buta. Itu karena aku tak dapat menghentikannya walau aku tak suka. Orang-orang
yang kumaksud adalah mereka yang lancang dan tak tahu sopan santun. Aku bisa
sangat dingin dengan orang-orang seperti mereka jika telah jenuh.
Pun ada beberapa orang di hidupku yang
selalu mengetuk hatiku. Tentang egoku yang kacau. Aku, sangat renta bila
ketulusan dan kejujuran menyapaku. Orang-orang yang ku maksud adalah mereka
yang peduli. Benar-benar peduli. Selalu ada. Mengerti. Mendukung. Menyayangi.
Dan memelukku.
Aku hanya tahu dua cara untuk meredam pikiran dan perasaanku. Menulis dan berdoa pada Tuhan. Entah apa lagi yang ku bisa. Aku benar-benar harus meluangkan waktu agar bisa tenang. Memejamkan mata, dan mulai berfikir.
wassalam
Ken
07:44PM:1:30:12

"Aku bingung, apa yang ku lahap di tiap hari? Hingga memiliki senyum yang begitu awet. Hingga dapat tertawa begitu keras. Hingga dapat menyemangati pun menyugesti banyak orang. Sampai-sampai mereka tertipu bahwa aku itu bijaksana. Sampai-sampai mereka tertipu bahwa aku itu dewasa."
BalasHapusHaha...
ternyata Gelap....
O.... iya ada yang kurang,,
BalasHapusbacklink "Masih Nyata" uda nampang di http://berbagi-indah.blogspot.com di tunggu backlinknya monggo di cek
gelap gimana?
BalasHapus:p
wkwk
injihh..
siap meluncur, komandan!
Takut gelap,,, hahaha...
BalasHapusKok lum ada linknya..
ish..
BalasHapus=="
uda ngga kok..
:p
iyaah, kan lagi direnovasi siy.. ntar
:D
atau kalo mau pasang sendiri jg ga apa2.. wkwk