Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
J
Alhamdulillah, aku masih sempat nulis lagi..
#terharu
#terharu
Banyak sekali yang ingin aku kabarkan. Semumpung ingat,
selagi layak didokumentasikan. Halah.
Sebagian dari tulisan ini seharusnya terbit sebelum UAS
(Ujian Akhir Sekolah) tiba, tentunya sebagai uneg-uneg menjelang UAS seperti yang biasa aku lakukan sebelum
menghadapi ujian-ujian di sekolahku tercinta itu, tersebutlah SMAN 1 SELONG.
#nyeruput teh hangat
Wah, dimulai dari mana ya? Perasaanku mengatakan, ini akan
menjadi tulisan yang panjang. (Dasar deh, perasaanku emang sok tahu akhir-akhir
ini)
Oke, dimulai dengan pengumpulan resensi novel. Eh, aku sudah
pernah menyinggung tentang pembagian novel untuk diresensi kah? (astaga, berbicara pada siapa aku ini?)
itu lho, ketika pak Suazrin guru bahasa Indonesia kami membagikan novel modern
untuk diresensi dan dijadikan perbandingan dengan novel lawas, yang saat itu bagianku
tahun 1920an: Sitti Nurbaya karya Marah Rusli (gaya bahasanya aduhai sayang muah muah), dan yang terbaru Hayumi
Masumi-ku karya Shopie Febri
(biodata penulisnya tidak ada dimanapun, hiks).
![]() |
| kebiasaan dokumentasi, belum buka segel uda potoan :p |
Hari itu, pak guru mengatakan untuk mengumpulkannya besok:
dalam bentuk jadi, sudah rapi dijilid (seperti skripsi). Sungguh perintah yang
tiba-tiba sekali, argh! Parahnya,
beberapa dari kami belum tuntas membaca novel yang harus diresensi itu (aku sih
sudah, 4 jam cuy! Rekor bacaku turun drastis) . File harus dikumpulkan menjadi satu, untuk diedit dan diprint
bersama. Beberapa file memang lelet sampainya di tangan Maya– yang merelakan
printernya untuk memerint tugas itu dan kami yang membeli kertas HVS. Walhasil,
Maya dan beberapa orang tidak datang les bahasa Indonesia bersama Pak Khosyi’un
sore itu. Aku? Aku datang ke rumah Maya, dan terlambat datang les. Tak enak
rasanya dengan pak guru yang selalu datang on
time, sedang kami sore itu duduk satu-satu di bangku dalam kelas (karena
yang datang les sedikit). Ehem,
mengenai Pak Khosyi’un, dia adalah salah satu guru favoritku. Semenjak kelas 1
SMA, cara mengajarnyalah yang paling berbeda. Santai, tapi tuntas. Beliau
benar-benar memanfaatkan hidupnya untuk berdakwah. Beberapa menit setiap
memulai pelajaran, ia selalu menyempatkan diri untuk menyampaikan beberapa
amalan pun informasi penting mengenai Islam. Banyak sumber yang ia gunakan,
mulai dari majalah Sabiili, Koran,
TV, radio, hasil diskusi, sampai buku-buku tebal milik ataupun bukan miliknya.
Amal jariyah, dia punya banyak investasi itu. Aku memiliki niat untuk
memberikannya sebuah buku, beliau gemar membaca walaupun tak muda lagi, aku
berharap sedikit info di buku itu bisa bermanfaat baginya, dan orang-orang
di sekitarnya.
Les sore itu, seperti biasa beliau buka dengan dakwah. Kali
ini mengenai hamil di luar nikah, lagi gembar-gembor soalnya. Yang beliau
sampaikan, sangat berat bagi si anak haram itu. Ia tak boleh memperlihatkan
auratnya pada sang ayah jika telah baliq,
kecuali ayah biologisnya. Tidak boleh bersentuhan (karena bukan mahram/bukan
ayah kandung), bahkan tak memiliki hak untuk memanggilnya ayah. Tak berhak
memanggi kakek/nenek pada orang tua bukan ayah biologisnya, hingga ketika
menikah kelak hanya boleh diwalikan oleh hakim. Penjelasannya singkat, dan
menyenangkan. Wah, belajar dengan guru ini benar-benar menambah banyak pasokan
ilmu untuk berbagai sisi. Setelahnya, kami membahas tentang puisi lama, puisi
baru, prosa, pantun, homonym, homofon, kata serapan, kata ulang, pribahasa,
hingga akhirnya ia katakan akan memberikan hadiah pada siapa saja yang dapat
membuat cerita yang menyangkup itu semua (kecuali puisi dan pantun). Hadiahnya
uang lima ribu rupiah. Waduw, waktu disuruh maju membuat pantun dengan sajak
ab-ab, kami berebutan maju. Nah lho, giliran yang begini..
==”
Hingga akhirnya, uang lima ribu rupiah itu jatuh di tanganku.
Ehehe
![]() |
| ga berani aku pake belanja ==" |
Usai les, kami kembali ke rumah Maya. Ternyata masih
mengedit. Sarit, yang laptopnya untuk mengumpulkan file pun mengedit cover dan
apa-apalah itu, sempat mendumel padaku. Dia tak terima aku “promosikan” pada
yang lain atas laptopnya.
“weh, kumpulin tugas A di sarit.. tugas B juga.. C juga… D jugaa”
“eh, sarit dah yang edit ini.. itu.. cover.. bla bla bla”
Ehehehe, maaf Sarit, itu demi kebaikanmu juga.
#aaa? :p
Aku, Iin, dan intan menyempatkan diri untuk membeli serabi
di depan rumah Maya. Wah, nyaris habis. Aku rencana ingin membeli lima ribu,
Intan sepuluh ribu (beliikan kakaknya juga katanya), dan Iin entah berapa (dia
sampai menelepon mamanya untuk menanyakan, ‘mau mama serabi?’). Suratan takdir
mengguyur rencana kami, yang jual serabi menjatahkan kami untuk membeli
masing-masing Rp 2.000,-.
Bruakakakak
:D
![]() |
| Mbak Intan dan Mbak IIn |
![]() |
| yang jual serabi :D |
Kami penghabisan sore itu katanya, ia sempat mengambilkan
santan terakhir di rumahnya. Kami malah foto-foto kaki.
:p
![]() |
| yang mana sandal kaki siapa? :D |
![]() |
| sandalku bukan sandalku |
Nah, keesokan harinya di sekolah. Kumpulan resensi sudah
beres. Covernya hijau, tebal. Keren deh. Tapi, kurang daftar isinya satu
lembar. Gurbak, emang deh, namanya manusia pasti ada ajja jalan khilafnya.
Sebenarnya, itu sudah diprint, kata mereka, tapi entah bagaimana kronologisnya
sehingga tidak ikut terjilid rapi. Kami berharap, pak guru tidak menyadari hal
itu.
Benar saja, pak guru puas dengan hasil kami. Beliau
membawanya ke kelas-kelas lain untuk diperlihatkan. Punya kami yang paling
bagus katanya. Walau keesokan harinya, kata Awan, pak guru menyadari kealpaan
daftar isi yang hanya satu lembar itu.
![]() |
| kado buat Bubund |
Oh iya, di bulan Maret ini ada 6 orang Fospasterz yang
berulang tanggal dan bulan. Mereka adalah Mbak Iin (16 Maret, 18 tahun: semoga
suka note ungunya^^), Mbak Intan (19 Maret, 18 tahun: semoga suka jaketnya^^,
aku begadang buat nunggu jam 12 malam. Mau nelpon dirimu yang ternyata tidur
jam 10 itu lho.. ckck), Mbak Ndung (24 Maret, 18 tahun: yang ini malah dirawat
inap ketika berulang tahun, alhasil, kami menggrebek
Namira kamar nomor 11 dan menghabiskan tart di kulkasnya. Ada aksi saling colek
krim kue. Dalam aksi ini, entah mengapa aku yang menjadi korbaan terparahnya.
Tunggu saja pembalasanku PAKDE IRWAN! AWAN! ARKANIKANI! Huh), Mas Abang (27
Maret, 18 tahun: maaf belum bisa kasi apa-apa, hiks. Aku nelpon pun sedang ga
ada pulsa waktu itu *lupangisi* ngucapi pertama ngga daku, Bang? Ehehe), Mbak
Dinda Mira (28 Maret, 18 tahun: moga suka seperangkat cermin dan sisirnya^^
Dinda kan suka ngaca di kelas tuh, ehehe, saia juga sebenernya nyari alpukat,
tapi ngga ada. Hiks. Nah, di ultah Dinda ini, kami ricuh nyanyi lagunya Gigi yang Selamat Ulang Tahun di kelas. Eh, pas lagi seru-serunya nyanyi, ada
tart yang datang. Dari Paman Dinda katanya. Taulah anak Fospast (terutama yang
cowok), kalo ada makanan “gratis” paling “berpartisipasi”. Kami kerumunilah
meja Dinda. Ada piring kertas dan sendoknya, lagi seru-serunya nyanyi-nyalain
lilin-potong kue-bagi kue-makan kue, eh, pak Maftuhin datang! Gurbak! Merusak
suasana anget dah tatapan tajamnya. Kami diboyong ke mushola untuk jamaah
Dzuhur). Dan terakhir adalah mbak Bubund (30 Maret, 18 tahun: moga suka
jaketnya^^ yang satu ini, emang pingin jaket dari diriku. Pernah dia bilang,
“ken, minta jaketnya.. ken kan punya banyak tuh. Yang mana ajja deh! Yaa yaa”,
nah lho, waktu itu aku uda bilang ‘iya’ dengan syarat dia harus bersabar. Aku
bakal ngasi paling lambat pas perpisahan sekolah. Nah, hari ultah itu yang
tepat pikirku. Eh, itu bukan bekas jaketku, Bubund.. ga enak ngasi yang bekas.
Tapi, itu uda tak cobak-cobak kok.. wkwkwk, menelepon Bubund malam-malam begitu
membuatku ngikik sendiri, wah.. ga konsen ya, Bund? :D)
foto waktu "jenguk" Ndung:
![]() |
| aksi mutilasi tart Ndung |
![]() |
| Prase manggil, cuman mintak dipoto! #tepokjidat |
![]() |
| biar sakit, tetap eksis :p |
![]() |
| potoan terooss :D |
![]() |
| Ika suka kue |
foto waktu Ultah Adinda Mira:
![]() |
| kejutaann! |
![]() |
| malah potoan ==" haha |
![]() |
| ultah Dinda Mira *ngelirik kado kuning |
![]() |
| sebelum liliin padam, potoan terus :D |
![]() |
| tiupp lilinnyaaaa :D |
![]() |
| lilin yang tertukar posisinya |
![]() |
| vivit dan tante |
![]() |
| Olid yang nyalain lilin |
![]() |
| Dinda motong tart |
![]() |
| yang ultah siapa, yang di depan tart siapa~ |
Ada beberapa kegiatan yang aku ikuti juga akhir-akhir ini,
diantaranya nonton DBL (yang penontonnya 99% tak berjilbab. Huh), seminar
gratisan di wisma haji (dapat nomor undian, tapi ga mujur), sampai seminar di
Gedung wanita (ga dapat undian jugak.. gurbak!)
![]() |
| kalo masuk harus distempel dulu ==" |
Usai UAS, kami sempatkan menjenguk Yuda. Setiap ada
kesempatan, pasti jenguk Yuda. Apalagi kalo kelaparan. Ckckck. Bukannya datang
bawa makanan, malah datang ngabisin berblek-blek juga bertoples-toples makanan.
Ish, aku ngga ikut-ikut makan, ga enak sama mamanya Yuda. Beneran. Yuda tetap
ikut Try Out dan UAS di rumah sakit. Wah, akhir-akhir ini dia semakin kurus.
Pucat. Badannya semakin bersih sih. Perban di paha dan bahu kanan juga sudah
dilepas. Dagingnya sudah mulai tumbuh. Yuda terlihat sangat kesakitan, dia
bilang capek. Haduuhh, kami harus terus kasih semangat nih! Sebelumnya, dia punya
target untuk dapat ikut UN (ujian Nasional) di sekolah bersama kami. Namun,
melihat keadaannya sekarang dan mengingat UN yang hanya hitungan hari lagi,
kemungkinannya kecil sekali. Huft. Tetap semangat, Kawan!!
![]() |
| antara lapar dan menjenguk Yuda |
Minggu-minggu menjelang UN, les sore di sekolah akhirnya ditiadakan.
Les di EC masih jalan, walau aku suka ketiduran sih. Dan, jadwal mapel diubah,
yang ekstak ajjalah yang kami pelajari sekarang.
Nih jadwalnya:
![]() |
| Jadwal asli |
Sebelumnya, waktu aku nyebar sms jadwal, kami semua bingung.
Karena jam kimia Cuma 4 jam per minggu. Padahal kelas yang lain 6 jam. Nah lho,
udah ricuh gitu, tidak ada yang mencurigai aku (aku juga ngga curiga sama
diriku siy). Aku sadarnya waktu pulang 30 maret itu, aku lupa nulis Kimia di
hari Sabtu jam terakhir. Ehehehe
#dilempar bangku sama anak fospast, sstt..
Oh iya, pada 30 Maret lalu, aku telah menyelesaikan film
kelas tanpa opening dan closing (karena Mbak Niar dan Mas Sarit
yang akan ambil alih bagian itu). Itu dipersembahkan untuk Yuda. Semoga dia
suka. Sampe ga tidur lho.. ahaha, Uca juga sampe blank gitu. Layarnnya putih-putih melati alibaba deh, tapi ngga
sampe mereh-merah delima pinokio (gurbak! Lagu pas TK). eh, Yuda diterima di
UMY jalur PMDK gelombang 2 jurusan keperawatan lho!! prok prok prok..
nilai-nilai rapotnya emang bagus siy. Prase dan teman-teman yang mengurusi
pendaftarannya di UMY waktu itu.
#nyeruput teh lagi
![]() |
| begadang ditemani si Dua Kelinci jumbo |
![]() |
| Uca yang Blank |
![]() |
| ngeexport |
Aku sudah kasi jadwal UAS kemarin ga?
Perasaan belum deh. Ehehehe. Nih:
SENIN
|
SELASA
|
RABU
|
KAMIS
|
JUMAT
|
SABTU
|
SENIN
|
Bahasa Indonesia
|
Bahasa Inggris
|
Matematika
|
Kimia
|
LIBUR:NYEPI
|
TIK
|
Agama
|
Pkn
|
Fisika
|
Sejarah
|
Biologi
|
Penjaskes
|
Bahasa Arab
|
Selama UAS, Alhamdulillah lancar-lancar saja. Nilai UAS ini
berpengaruh lho untuk kelulusan besok. Nilai rapot dan UAS 40% mempengaruhi
kelulusan. 60% sisanya adalah nilai UN. Huft, sebenarnya aku takut sekali.
Takut gagal, takut tidak lulus, orang tuaku pasti kecewa berat. Aargh!
terus, aku malah sakit di hari terakhir UAS. haduh. panas, pilek, batuk, mual. lengkap dah.. =="
![]() |
| yang menemaniku |
Terakhir kali aku ambil foto tentang detik UN itu ini:
![]() |
| yang terakhir kulihat tadi |
Memang sengaja di hitung mundur. Tradisi sekolah. Itu
memiliki banyak arti di pikiranku. Terutama hari-hari bersama Fospasterz.
Astaga, membayangkan berpisah dan medengar kata-kata perpisahan dari mereka
saja aku sampai menangis seperti orang gila di tengah malam. Haha. Tapi beneran
deh, kenapa malah di hari-hari terakhir ini aku menjadi parno kehilangan. Ya,
kehilangan siapa pun! Orang tua, kekasih, sanak family. Hiks. Terutama
Fospasterz. Aku ingin menjadi orang yang berkesan dalam hidup orang-orang yang
pernah ku kenal. Aku ingin berbuat baik kepada mereka di sisa waktu ini. Aku
ingin puas bercerita, tertawa, ngelawak, selagi bisa dan sempat. Aku ingin
membayar janji-janji yang (mungkin) pernah ada. Aku ingin mereka bahagia,
mengingat hal-hal kecil yang semoga mereka sukai. Aku ingin ada satu tahun lagi
bersama mereka, hanya untuk memberikan hadiah di setiap ultah mereka, sebagai
pengucap pertama, juga menelepon di malam hari untuk itu. Karena entah dimana
aku, mereka, kita di tahun depan nanti. Apa masih ada kesempatan bertemu? Aku
pernah bertanya pada mamaku, tentang hubungannya kini dengan teman-teman
SMAnya. Karena tentu, sampai kapan pun, masa-masa SMAlah yang paling berkesan
dan akan kita ceritakan pada orang-orang dikehidupan kita kelak. Dia menjawab,
tidak berhubungan lagi dengan mereka. Tidak ada nomor telepon. Teman-teman
mamaku telah berkeluarga dan bekerja entah dimana. Huft. Aku berpikir, apa
kelak grup FOSPAST di hapeku ini akan hilang? Entah hapeku atau mereka rusak,
dicuri, kebakaran, tenggelam, tsunami atau apalah. Mungkin saja kan? Sedang kita
tidak saling menghubungi lagi. Tidak ada lagi sms bertubi-tubi. Tidak ada lagi
kata-kata pengantar tidur yang entah apa maksudnya. Tidak ada lagi peringatan
akan tugas, PR, les, uang tagihan bendahara, jadwal, ulangan, kesepakatan tidak
mengumpulkan tugas..
Aku ingin lebih lama bersama kalian. Lebih lama berkata
“aaa?” ketika ada sesuatu yang garing di kelas. Menceritakan kembali film-film,
iklan, atau apalah yang padahal telah kita nonton masing-masing di TV rumah
sendiri. Mendengar anak-anak Korea bernyayi korea dengan semangat 45nya, dan
berkata “huuu” ketika suara mereka jelas terdengar ketika kelas tiba-tiba
hening. Mendengar kata “gurcak” Prase yang selalu spontan. Meledek Ichi dengan high heelsnya, karena ngantuknya yang
berlebihan. Mengandalkan pipit mengerjakan soal di depan kelas. Membebani Olid
setiap pelajaran bahasa arab. Waaahh.. setiap hari pasti ada saja hal baru.
Nyanyi bersama di jam kosong adalah tradisi yang paling ku suka! Akuuu tidak
mauuu kehilangan kaliaaaannn!!!!!
![]() |
| aku yang foto :p |
Aku ingin tetap esemesan walau angin rebut dan hujan datang
seperti beberapa waktu lalu, kita begadang bersama. Lalu menceritakan keadaan
masing-masing. Saling mengkhawatirkan, juga memperingati. Aku ingin kita
sama-sama melihat rasi menakjubkan dari Bulan, Jupiter, dan Venus seperti
beberapa hari yang lalu dengan info dari Prase. Haduh, si Uca masih haus
menampung ribuan foto dan video konyol yang selalu kita buat!
Yaa, walau aku tahu. Suka atau tidak. Kita pasti akan
berpisah, kan? Kita akan lulus dari SMA ini. Mulai disibukkan dengan tugas
kuliah, yaa aku tahu pasti kalian sibuk, kalian anak rajin semua. Mungkin juga
kalian akan memikirkan tentang cinta, keluarga, hingga mewujudkan ambisi untuk
meraih mimpi. Hingga kelak, mungkin aka nada reuni. Semoga kita lengkap saat
itu. Kita akan bercanda lagi. Berbagi pengalaman baru. Bercerita. Hingga mulai
menangkap perubahan-perubahan baru pada tiap kita. Setelahnya, kita akan saling
menjauh. Kemudia menikah. Berkeluarga. Dan akan disibukkan dengan rutinitas sebagai
istri/suami yang mencoba menjadi panutan pada anak-anaknya.
Teman, disaat hari-hari itu tiba. Aku akan berusaha untuk
tidak melupa. Saat rindu, akan kubaca lagi tulisan-tulisanku ini. Tulisan yang
aku tulis ketika masih bersama kalian. Aku akan membuka folder-folder yang akan
aku copy ke hardiskku, tidak boleh ada yang menggugatnya. Aku akan tertawa
sendiri melihat foto dan video kita. Film per kelompok, iklan kelas. Aku pasti
rindu saat-saat ini nanti. Disaat kelak nanti aku sedang berduka, atau mungkin
menumpuk beban pikiran juga masalah yang tak pernah aku bayangkan ada di masa
depan. Aku akan selalu ingat Fospasterz. Karakter kalian.. kata-kata yang
sering kalian ucapkan..
Mungkin aku juga akan rindu tempat-tempat yang pernah kita
kunjungi. Pantai Labuhan, Gili Kondo, SEMPOERNA, rumahku, rumah Rina, rumah
Ijek, rumah Prase, Rumah Intan, Rumah Alul, rumah Ichi, Rumah Ria, rumah Niar..
semuanya!
Haha, mari tertawa!
Kita ciptakan lagi kenangan yang lebih indah..
FOSPAST SELAMANYA
wassalam









































Bagus mbaK :)
BalasHapusJadi terharu bacanya..
Mungkin saia ya yang baca pertama kali setelah mbak keken (bukan pertama siy namanya :p)
huhuum, FOSPASTERZ SELAMANYA :D
pesan buat mbaK keken si operator : "Setelah usai dari sini, setidaknya sebulan sekali sebarin esemes2 debat ngeLawak yang berakhiran "(dari blablabla)"
supaya qitta gak kayak mama.ny mbaK ..
hohoo :')
wkwk
BalasHapus:D
terimakasih telah berkunjung mbak Iinkuw..
:)
Kak Aqin dan Mbak Ijek juga uda baca katanya.. nah lho, ga tau deh mana yg duluan..
aih, iyaahh..
moga kita baek2 terus besok.. (hapenya jugak)
biar ttp komunikasi. ntr ttp saia sbrin sms
:D
waahh.. perasaan macam apa ini?
=="
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAi.ai.. tetep panjang aja postingannya...
BalasHapusampe pegel mata ne baca...
hm.... ntar dulu, tu bli serabi kok dijatahin sama 2-iu kyk bli BBM aja...
Jangan lupa mampir ya
what a sweetest memories :')
BalasHapusDasar deh nih orang yah, demen banget buka2 memori lama. wkwk. btw, kujadi baca ulang juga. walau kok alay sih. yhaa tapi tetap berharga ;)
Hapus