Assalaamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
JSabtu pagi 26 Mei 2012, aku berangkat ke Yogyakarta. Diawali dengan berpamitan pada keluarga di ijobalit—itu mengharukan, dan mengorbankan keberangkatan adik laki-lakiku, Omen, yang seharusnya diantar ke Mataram guna mengikuti lomba Dance oleh bapakku. Kami diburu waktu, akibatnya Omen dan group dancenya menggunakan engkel untuk mencapai Mataram.
Rencana keberangkatan itu memang mendadak. Sehari sebelumnya pun, aku tidak tahu akan berangkat keesokan harinya. Hal itu dikarenakan penundaan berturut-turut oleh bapakku. Awalnya, ia berjanji sebelum tanggal 20 Mei, namun nyatanya, tanggal 20 Mei aku masih menonton Spongebob di rumah. Lalu, ia katakan harus berangkat sebelum tanggal 25 Mei, 4 hari menunggu hingga akhirnya 25 Mei datang, aku masih bisa mengupdate status di pesbuk dari wifi rumah. Itulah.. dadakan abis!
Setibanya di Ngurah Rai, aroma dan musik khas Bali
menyambutku. Kami sempat bingung, karena tak memiliki keluarga di Bali. Hanya
kawan bapakkulah yang bisa kami andalkan. Ia telah membeli tiket menuju Jogja—untuk
kami, tersebabnya kami harus bertemu. Well, karena kami tidak saling mengenali,
itu membutuhkan waktu yang lama. Mencari dia—menemukan kami.
Imbasnya, aku sempat SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) sama anak
orang. Haha. Ada lagi yang ngaku dari ‘Kick
Andy’ yaa, aku tau acara itu. dia..sejenis sales—tapi tak mau disebut
demikian, katanya. Ia banyak bicara dan aku hanya tertawa. Haha
Bertemu dengan pemegang tiket yang dapat menerbangkan kami
ke jogja. Huft. Cukup melegakan. Setelah berbla bla bla dan bla blanya, kami cek
in dan menanti keberangkatan selanjutnya..
itu tepat pukul 04:00 PM. Kami menunggu lebih dari 3 jam! Ah, menunggu
itu menyebalkan. Ya, karena bisa membuatku lapar dan ngeri melihat harga makanan di bandara.. sebotol air mineral yang
biasa ku beli seharga Rp 1.500 di toko samping rumah, menjadi Rp 10.000,- weww~
Di sana, ada juga ibu-ibu yang tengah kehilangan handphone—wah, benda sepenting itu di saat-saat begini. Ia meminjam hp mamaku ntuk ngesemes suaminya. Fiuh~
Di sana, ada juga ibu-ibu yang tengah kehilangan handphone—wah, benda sepenting itu di saat-saat begini. Ia meminjam hp mamaku ntuk ngesemes suaminya. Fiuh~
Sempat salah masuk pintu—seharusnya masuk lewat pintu yang
di belakang, karena yang di depan kursi VIP pun nomor kursi kami kedua dari
terakhir. Haha. Jadi mejeng deh..
Berangkat jam 04:00 sampai jam 04:00 juga. Keren kan?
Beneran lho!
Itu karena Denpasar WITA (Waktu Indonesia bagian TengAh) dan
Yogyakarta WIB (Waktu Indonesia bagian Barat). Sempat beberapa kali mengangkat
telephone dari Fospasterz, kekasih, dan keluarga. Juga mengirim pesan singkat
untuk sekadar melapor perjalanan sukses tanpa hambatan.
Ternyata, pengumuman hasil UN (Ujian Nasional) dan SNMPTN
jalur Undangan keluar hari itu. Rencana awal mau online bareng di rumahku.
Tapi… yaa, geser sedikit ke rumah Ria jadinya. Haha. Aku nitip nomor peserta
dan password pada mereka. Kak Aqin juga minta, mau lihat juga katanya.
Alhamdulillah.. Aku lulus UN, nilai lumayan juga.
Alhamdulillah.. aku belum beruntung buat yang Undangan. Harus disyukuri juga, itu artinya masih ada jalan lain.
Bandara Adi Sucipto. Yeah.. WELCOME TO YOGYAKARTA!
xD
Domo arigato kepada Kak Haris dan Kak Sofyan alis Kak Yayan
yang telah menjemput kami di bandara. Mereka baik sekali. Mau meluangkan waktu
seperti itu. Menggunakan motor dari tempat mereka adalah perkara jarak. Kak
Haris bersama Mama. Aku bersama Kak Yayan.
Kak Yayan itu ramah. Tapi aku suka was-was kalau dia mulai
megang stang motor kanan saja. Begitu dan dan terus berbicara. Wah..
#.#
#.#
Well, itu cerita awalnya. Haha. Telat mosting lagi deh
diriku. Moga ngga nambah kadar keren lagi.. #Oops
wassalam


Komentar
Posting Komentar