Assalaamualaikum warrahmatullahi
wabarrakatuh
Ehem, aku mau cerita dikit niy. Yaa,
ngga dikit-dikit amat juga siy sebenernya. Banyak malah ntar yaa..
hhuum, Ini cerita tentang pengalaman. Pengalaman aku dong yaa. Masak
iya pengalaman embahku. Huumm.. aku? Ngapain? Itu lho, seleksi jadi
penyiar di IkomRadio 107.7 FM, Be Creative Inspiring People..
iyo, aku ikutan. Kaget? Iya, sama. Aku juga kaget. Kok aku ikutan ya?
._.
Jadi, cerita awalnya gini.. nah, terus
gitu. Abis gitu, gini lagi. Yawdah, gitu deh ceritanya.. ==”
#ditabrak truk sampah
lalalalala
Oke, mari serius. Eh, ga usah
serius-serius amat juga lah yaa. Ntar serem. Kalo seremkan jadi horor
ntar. Kalo horor? Uhuk, masalah buat loe? Masalah buat mas-mas burjo?
Oke, lupakan mas-mas burjo.
Aku kok jadi ngelantur gini ah!
tersebab lagi ngga nafsu-nafsu amat buat cerita kalik yaa—sebenarnya.
Tapi, musti tetap cerita kan ya? Ntar kalo aku keburu lupa gimana?
Siapa yang mau tanggung soal? Ngga ada kan? Sama, aku juga ngga mau
nanggung soal.
Yayaya
Mau cerita dari mana ya? Hhmm.. dari si
Fiqi ajja.
#lho
Jadi, aku punya teman. Namanya Fiqi.
Aku kenal lewat pesbuk. Ketemuan di lobby FISIPOL. Jadi akrab. Dia
ada bakat nyiar. Secara, di SMK dulu dia nyiar terus selama 3 tahun,
katanya. Dan pada suatu waktu ketika dia maen ke kosku. Dia menangkap
gerakgerik mencurigerakkan di depan kosku. Adalah embak-embak, dengan
stand mic masih menempel di mulutnya, dia baru selesai siaran.
Siaran? Ya, ternyata, di depan kosku ada radio swasta yang menyatu
dengan konter pulsa di sampingnya. Eh, mengenai stand mic yang
menempel tadi, itu hanya rekayasa. Aku bohong. Maksudnya, seandainya
emang ada stand mic yang nempel waktu itu, aku pasti tahu si
embak-embak tadi baru selese siaran. Gitu. Tapi si Fiqi? Dia kok
bisa tahu itu embak-embak baru
selesai siaran? Padahal kan ngga nempel stand mic
di mulutnya.
Terdengar
membingungkan? Silakan baca ulang.
Males? Sama. aku
juga males ngedit ulang. Mending pura-pura ngga bingung ajja yuk.
Lanjut.
Jadi, diseretlah
aku sama si Fiqi ke studio itu. Dia kan anaknya ngga tahu malu, jadi
emang suka malu-maluin. Apaan dehdeh, baru
liat-masuk-ngobrol-SKSD-curhat-(eh)ngelamar. Ya, ternyata radio itu
membutuhkan satu personel pria lagi. Pria yang biasa ajja. Pria yang
pas-pasan. Pria yang mau dibayar murah. Dan itu ada semua di Fiqi.
Satu jam siaran
dibayar Rp 2.500,-. ya, Fiqi anggap itu tak masalah. Yang dia cari
adalah pengalaman. Maka, mulai saat itu, Fiqi menjadi rajin ke kosku.
Tiap mau ke studio, pasti ke kosku. Kita ngobrol dari zaman
popaysaurus yang suka makan bayem sampe zamannya popaybeberok yang
suka makan mie goreng. Oke, ini ngga nyambung. Ah, bodo amat. Siapa
yang berani protes, hah?! Sini.. traktir es krim seember buat aku!
Siapa, hah?! Ga ada kan?! Yowes..
Itulah.. awalnya,
ini rahasia kita berdua. Laila dan Erwin ngga bole tahu dulu. Jadi,
ada 4 sekawan di sini. Aku, Laila, Fiqi, dan Erwin. Kenal lewat
pesbuk juga, setelah ketemuan berempat, eh malah kemana-mana berempat
jugak. Ngerjain apa-apa bareng jugak. Nyari makan barengan jugak.
Gitu deh, berasa kita itu 4 bersodara dari lain ibu dan lain bapak.
Kapan-kapan aku ceritain di postingan lain mengenai kami. Huhu
Dan, sebenarnya aku
ga ada niat sedikitpun buat ikut IkomRadio.
#hubungannya apa
sama Fiqi? Hadoh
#yaa, hubungannya
karena Fiqi adalah penyiar Radio Tisaga 103.3 FM sekarang :p
Tapi, Titin,
temanku sedari SMP dan kini kami satu kelas. Ingin sekali mengikuti
UKM ini. So, one day, she asked me to accompany her to go
to Ikom's studio for get the form. Inget, rencana awal aku cuma
nemenin. Tapi? Aku juga ikut masuk itu ruangan ber-AC. Ngambil
formulir juga, eh malah nanya-nanya juga ama kakaknya.. dan form itu
dihargai Rp 2.000,-. (kalo ngga salah inget: bener inget) aku uda
ambil dan ikut bayar. Disuruh ngisi, dan menyerahkan CV 'sekereatif
mungkin'
NAH, hal yang
berbahaya jika tertangkap telingaku adalah kata-kata seperti 'buat
sekreatif mungkin ya!'. Kenapa? Karena setelah mendengar
kata-kata itu, aku pasti langsung berasa 'kesetrum'.
Maksudnya, berasa ditantang gitu. Dan seketika beberapa ide
berloncatan di dalam tempurungku. Haduh, kenapa dia berkata
'sekreatif mungkin' siy? Aku ini orang yang lebih dari kreatif
lhoo.. kata embahku.
bruakakakakakak xD
Dan aku selalu
begini. Percayadiri, berlebihan.
Lalalalalala
Jadilah aku lupa.
Lho? Iya, walaupun keren, aku juga sangat pelupa. Pada apapun. Sama
temen sendiri pun aku suka lupa, apalagi yang baru. Semisal, sehari
aku kenalan ama 8 orang. Palingan aku cuma ingat 2 orang saja. Dengan
bayangan muka disensor dan nama buram-buram terlihat dalam sarang
laba-laba. Beberapa menit kemudian setelah tertawa, aku lupa total.
Jadi, jangan kira aku sombong kalo ngga negur. Haha, siasatku? Aku
akan membalas senyum mereka yang tersenyum padaku, dan meladeni
mereka yang mengajak ngobrol tentunya. Walau aku lupa dia siapa.
Hhmm..
Ngga separah itu
juga siy sebenarnya. Kadang aku ingat kok. Yaa, walau kadangnya
kadangggg banget. Tapi kalo uda inget. Bener-bener inget. Insya Allah
aku ngga akan lupa. Ehehe, entah kamu mau ganti nama atau operasi
plastik dan kelamin pun, aku pasti tetap bisa mengenali kamu (oke,
ini berlebihan). Yaa, intinya. Aku akan terus ingat pada beberapa hal
yang aku anggap penting dan berharga, dan segera melupakan beberapa
hal yang aku anggap belum penting.
DAN, pada awalnya
aku dan Titin ngga kreatif banget buat CV itu. Hanya berupa selembar
kertas. Formal banget. Aku pikir, kreatif yang dimaksud itu dalam
kata-kata, ternyata bentuk jugak. Haha. Dan itu kami putuskan untuk
dirombak total sebelum batas pengumpulan—yang kami salah pahami
hingga pukul 4 sore, ternyata hingga 2 hari kedepan. Dengan sisa
waktu beberapa jam saja, pikir kami. Otak kami bekerja cepat. Maka
jadilah CV kreatif dalam waktu kurang dari 2 jam. Aku ngerjain 1 jam
malah, selebihnya bantuin si Titin. CVnya Titin bermodel topeng.
Sedang aku si nona irit? Sedari awal bertekad tidak akan mengeluarkan
uang sepeserpun untuk CV itu. Manfaatkan barang yang ada!
Fotonya pun aku pake yang tempoe doloe banget. Tapi, berhubung mukaku
ga pernah ganti, yaa mukakku masih sama ajja gitu maksudnya.. sampe
orang-orang heran, dari SD sampe sekarang, mukakku ga berubah ubah..
humm, Maka aku kolaborasikan kertas sisa ospek, HVS sampul soal
SIMAK UI yang berwarna, krupuk mentah kiriman dari rumah, kapas
bekas, lem alteco yang ternyata sukses maksa kulit tanganku ganti
kulit, bahkan ganti daging. Juga beberapa benda yang sejatinya ngga
terpakai lagi dan hanya memenuh-menuhi kamar kosku. Terimakasih,
kalian memberikanku inspirasi dalam menghemat.
Jadi model CV
kreatifku itu seperti amplop raksasa. To: IkomRadio, from: Zulfin
Hariani. Gitu tulisan di depannya. Tapi amplop raksasa ini punya
tali, jadi kayak tas juga. Talinya dari tali rafia yang dikuncir
bekas ospek kemarin. Ehehe. Dan kalo amplop itu dibuka, TARA! Akan
ada beberapa bentuk pohon, rumah, plang, meja, dll yang akan otomatis
berdiri dari kelipatan mereka dalam amplop sebelumnya. Dan disana ada
tulisan-tulisan juga fotoku. Gimana yaa ngejelasinnya? Gini, tahu
video klip Vierra yang Dengarkan Curhatku? Ah, bener yang itu ngga
yaa judulnya? Itu deh, pokoknya kalau di video mereka, itu berupa
album foto yang dibuka. Terus ada yang berdiridiri.. nah. Gitu deh
pokoknya. Hedeh. Ribet amat.
![]() |
| CV-1 |
![]() |
| CV-2 |
![]() |
| CV-3 |
![]() |
| CV-4 |
![]() |
| CV-5 |
CV aku dan Titin
disambut dengan sukacita. Sukses lolos. Dan kami akan menjalani tahap
selanjutnya, yaitu tes interview alias wawancara.
Langsung saja, di
hari interview. Aku dan Titin datang sangat Awal. Senin itu kebetulan
kami usai dari kelas DIC. Sekitar pukul 09.00 WIB. Dan studio
IkomRadio masih sepi. Interview mulai pukul 11.00 WIB—ternyata.
Kami memutuskan untuk sarapan di kantin terlebih dahulu.
Kantin di kampusku
ada banyak. Tapi ada satu yang menjadi favoriteku, kantin selatan
dekat Sportorium. Di situ, bentuknya seperti huruf U dengan ruang
kosong di tengah berisi lesehan untuk makan menggunakan tikar. Susah
membayangkan? Oke, ini ngga akan keluar di UTS kok, ga usah terlalu
digubris, oke? Lanjut.
Harganya relatif
murah. Aku bisa kenyang dengan Rp 3.000 saja. Itu sudah nasi, sayur,
dan sambal tempe, juga sambal uleq. Ya, cukup. Mau apa ajja ada di
sana. Soto? Bakso? Mie ayam? Nasi goreng? Sayur? Daging? Jamur? Jus?
Semua ada. Cuman, kalo mau creambath, bukan di sana tempatnya.
Sungguh. Percayalah padaku.
Ada 2 ruangan yang
kami gunakan untuk siaran. Yang satu ruang On Air, yang satu entah
apa namanya, ruang operator mungkin. Entah. Satu per satu masuk. Aku
masuk pertama untuk interview. Di ruang On Air. Ada 3 senior
menungguku di dalam sana.
“Zulfin
Hariani..” sambutnya. Aku hanya senyum, cukup tulus.
“yoo Zulfin,
ceritakan tentang diri kamu dulu” kata seorang kakak yang
belakangan ku tahu namanya kak Gilang.
“hah? Cerita
gimana?” well, aku kelewat santai. Ngga nervous sedikit pun
malah. Mungkin gara-gara udah kenyang.
“yaa.. apa ajja.
Sesuai CV kamu ini” sahutnya lagi. Aku mikir sejenak.
“well, aku Zulfin
Hariani. Dipanggilnya Fifin ajja..”
“apa? Vivi?”
potong kakak yang satu lagi, belakangan aku tahu namanya kak Mifta.
Oke, memang tiap aku memperkenalkan diri, selalu dikiranya aku bilang
'Vivi', padahalkan 'Fifin'. Huh.
“bukaaan, ef i ef
i en. FIFIN, kak..”
“lha, ini
tulisannya Zulfin, mana Fifinnya?” kata kak Mifta.
“kan ZULFIN, kak.
Itu ada FINnya. Jadi FIFIN. Gitu” jelasku.
“owh.. asal dari
mana, Fin?” sambung kak Gilang.
“aku dari Lombok,
NTB” jawabku. Dan mereka histeris.
“waahh, sama
kayak Mifta! Dia dari NTB juga! Tapi Sumbawa!” seru kak Gilang.
“iya po?”
tanggapku.
“iyaa, aku dari
Sumbawa, kamu Lombok bagian mana?” timbal kak Mifta.
“Lombok Timur,
kak.. wah, dunia emang sempit.. ehehe” aku malah cengengesan.
“hobby kamu apa,
Fin?” tanya kak Gilang.
“aku suka baca..
baca apapun yang bisa dibaca. Terutama novel dan komik jepang. Aku
suka jepang soalnya, apapun yang berhubungan dengan Jepang deh! Aku
juga suka nulis, walau ngga bagus, yang penting nulis. Suka musik
juga, aku suka Sheila On 7” ceritaku panjang kali lebar kali tinggi
sama dengan luas balok.
“suka nulis?”
“yaa, aku punya
blog lho, kak.. mampirlah, ehehe” aku sempat promosi. Dan mereka
excited banget. Minta alamat blogku. Dan langsung membukanya.
Saat itu juga.
“wahh, keren
ini.. keren..” ungkap kak Mifta.
“kak Mifta ini
penulis lho, Fin.. dia uda nerbitin 3 buku. Kamu kalo mau gabung ama
beberapa komunitas penulis di sini bisa. Kita punya wadah. Namanya
KUMIS (Kumpulan Penulis—kalo ngga salah). Ntar hasil tulisannya
kita terbitkan. Besok pun ada buku yang akan diterbitkan..” jelas
kak Gilang.
“wow.. keren..”
aku kok seneng banget yak ngedengernya? Haha
“untuk jadi
penyiar itu kan harus up to date yaa infonya, coba sekarang kamu
sebutin 10 berita yang paling up to date” lanjut kak gilang.
“aku ga punya
tipi di kosan, kak.. kalo nonton musti numpang. Tau info juga kalo
ntar nyuuci motor gitu, kan bisa numpang baca koran yang nganggur.
Denger radio pun minimal tiap Selasa doang, Kak.. soalnya di
IRadioJogja ada Sheila On 7.. jadi, palingan tahu info-info itu yaa
lewat efbi doang, dari status temen-temen alay yang kayak ga pernah
nonton berita karena langsung ngapdet status, ehehe.. Terakhir yang
aku tau, yaa itu Pak Jokowi yang wakilnya Pak Anhok lagi kena gosip.
Si Anhok dikira cuman jadi dayang-dayang doang.. eh, itu juga,
tentang si Anastasya si muka Anime. Yang dari Rusia tapi tertarik
sama anime Jepang. Dandanannya kayak anime beneran. Oplas sana-sini..
ckck, fenomenal banget dah” ceritaku. Mereka malah tertawa. Hadoh.
Kok? Hhmm.. Well, aku kalo uda ngomong emang gitu. Suka nerobos lampu
merah.
“wah, miris
banget kisahmu, Fin.. haha. Ga punya tipi, numpang nonton, numpang
baca koran.. ckck namanya juga maba yaa.. hahaha” seru kak Mifta.
Aku malah ikutan ketawa. bruakakak.
“kalo 10 tangga
lagu terbaru tau ngga?” tanya kak Gilang.
“berhubung aku
seorang Sheila Gank, aku tahunya seputar Sheila On 7 ajja, kak..
ehehe.. tapi, yaa ada beberapa lagu yang aku tahu juga. NOAH yang
Separuh Aku, dan apa-apalah judulnya..ga afal” aku menjawab cepat.
yaa, aku jujur ajja.
“oke, sekarang,
coba kamu siaran. Hhmm.. bisa bahasa Jepang, kan? Coba siaran pake
bahasa Jepang” ungkap kak Gilang. Gurbak.
“huaa, aku cuman
bisa sebatas perkenalan ajja, kak. Yang lain dikit-dikit ajja.
Belajar bahasa jepangnya cuman hobby, otodidak pun..” jawabku.
“yaa, gapapa..
kita-kita di sini kan ngga tau juga kamu ngomong apa. Kita ngga
ngerti. Terserah deh mau ngomong apa” katanya. Waduw. Dan, kucoba
saja.
“okay, ohayo
Minna-san! O genki desuka? Hajimemashite.. watashi no namae wa
Ken'Fin Matsuyama desu.. watashi wa Indonesia jin desu. Daijoubu
desuka, minna? Aitakutte yoo.. aishiteru.. atashi.. hhmm.. watashiwa
kimi gokurai! Haha.. gomenasai.. huaa, nandayo?? nanika so bakka
ne!?, kuso?! Domo arigato gozaimashu, minna. Yorishiku onegaisimashu!
Sayonaraa!” dan aku ngakak habis-habisan halem hati! Bruakakakak..
itu kosakata yang ku ingat saat itu. Ngga nyambung dan rada kasar.
Huahahaha. Mereka ngerti ngga ya? xD
Mereka hanya diam.
Wah, aku berpikir pasti mereka ngerti niy. Matilah aku.
“oke, hhmm..
pernah nyiar sebelumnya?” tanya mereka. Wah, syukur ngga bahas yang
bahasa Jepang tadi.
“waktu SMP
pernah, sebentar banget tapi, itu pun pake bahasa Inggris” jawabku
enteng.
“Wow, gapapa..
bagus itu. Keren.. keren.. kamu jago bahasa Inggris juga toh..”
respon mereka. Aku hanya mengerjitkan alis, tersenyum.
“ngga juga kok,
Kak..”
“ada ikut
organisasi luar kampus?” tanya kak Gilang.
“ada.. Sekber,
kak” jawabku.
“owh, Sekber! Aku
tahu itu. Anak-anaknya asyik-asyik di sana. Suka diskusi. Aku punya
temen disana. Masih aktif diskusi kah?”
“yaa, tiap Ahad
jam 09.00 masih diskusi.. ada juga beberapa jadwal tambahan sampai 3
kali seminggu..” terangku. Sekber itu Sekolah Bersama. Aku diajak
Senpai Vin untuk gabung di sana. Wah, kapan-kapan aku ceritain deh.
Itu seru lho.. :D
“kalo yang dalem
kampus?” tanya kak gilang lagi.
“baru IkomRadio
ajja, ada rencana Komakon juga siy..” jawabku. Dan dia sangat
menyarankanku ikut KUMIS.
“owh.. andaikan
begini, suatu hari. Kamu musti ngehadirin kegiatan organisasi yang
kamu ikuti selain IkomRadio, sedangkan di waktu yang bersamaan kamu
ada jadwal siaran juga. Kamu bakal pilih yang mana?” tanya kak
Gilang. Aku diam. Berpikir.
“aku bakal pilih
yang bener-bener ga bisa berlangsung kalo ngga ada akunya. Semisal,
jika mengorbankan organisasi lain, aku musti nyari pengganti yang
bisa menggantikan perananku di sana. Jika itu memungkinkan. Pun sama
kayak di IkomRadio kalo harus dikorbankan, aku musti nyari teman yang
bisa gantiin aku siaran hari itu..” jawabku. Dan mereka mengangguk.
Lama berbincang,
mereka habis pertanyaan nampaknya. Aku tengok ruang interview
sebelah. Uda ganti personel. Buset. Artinya, aku uda lama amat
interviewnya. Ada satu kakak lagi sebenarnya di ruangan itu, dia
hanya memperhatikan. Namanya kak Shinta. Ternyata, dia berdiri di
belakangku sedari tadi.
“Shin, kamu mau
tanya apa?” tanya kak Gilang.
“hhmm.. gini,
kalau seandainya kamu keterima di IkomRadio, kamu mau buat program
apa?” tanyanya. Waduw. Otakku langsung kupaksa mikir cepat.
Haiyahh.. apa ya?
“hhmm..” aku
masih bingung. Ku pustuskan berbicara langsung, sambil berpikir.
“yaa, acara yang segerlah, kak. Musik-musik gitu.. sekalian juga
ntar bisa kasi info-info menarik yang unik. Mungkin agak biasa, tapi
aku pengennya kita kemas dan sajikan dengan cara yang berbeda. Yaa,
bisa dengan cara membawakan dengan bahasa campuran mungkin, Inggris,
indonesia, Jawa, Jepang.. supaya lebih menarik dan berkhas” jawabku
seadanya. Dia mengangguk.
Lalu, mereka
sepakat mengizinkanku keluar. Wajah mereka puas. Mereka sangat ramah.
Aku lega.
“sampai ketemu
lagi yaa, Fin” katanya. Lalu aku pergi. Pamit pada teman-teman yang
lain. Dan kembali ke kosan.
Pas update status,
orang yang paling heboh adalah S A R I D E!
Dia adalah teman
SMA yang hingga kini masih menghantuiku dengan kepenasarannya entah
tentang apa. Hahaha.. Saride.. Saride.. punya temen kayak kamu itu
sesuatuk banget deh deh :D
Tak lama kemudian.
Pengumuman yang lulus interview keluar. Namaku ada diurutan pertama.
Bisa dilihat di sini. Wow. Ini adalah
'pembalasan' atas absen terakhir yang selalu kupegang selama 6 tahun
belakangan. Yaa, itu karena namaku Zulfin Hariani. Si absen terakhir
dengan huruf 'Z' di awalnya. Nah lho, malah pas kuliah, selalu
diurutan pertama. Paling tidak, di kelompok pertamalah kalo
presentasi, juga kelas pertama (A), paling banter kelompok kedua. Haha, tapi di postingan terakhir, aku malah nomor 13.. berasa horor. klik.
Maka, kami, calon
rangers ikom yang lolos interview (mereka menyebur kami
'ranger' WOW.. go go power rangers~ #sing) dikumpulkan dalam studio
biru. Adalah nama studio yang emang serba biru. Di sana ada kamera,
TV LCD, dan sofa. Kalo mau rekaman jadi presenter macam Feni Rose, di
sini tempatnya. Hari itu, kami dikumpulkan dan diberitahu teknik
menyiar. Bagaimana cara opening dan closing. Pun kami
mengambil lot untuk nomor urut siaran. Eh, Titin juga lolos. Jadi, 2
hari lagi kami akan tes siaran. Yaa, TES SIARAN! Musti nyiapin materi
sendiri. Yayayaya.
Nomor undiku?
Cukup lama menanti
untuk nomor urutku. Aku ingat, itu hari Ahad. Jadwalku tubrukan
dengan Sekber yang dimulai sekitaran pukul 09.00 pagi itu. Tes nyiar
mulai jam 08.00, dan hingga pukul 09.00 nomor urut untuk menyiar
belum sampai pada nomorku. Alamaakk! Niatnya mau cepat-cepat, uda
datangnya pagiiii, ngarepnya bisa nyiar duluan. Kan bisa langsung ke
Sekber. Jadilah aku mengorbankan diskusi Sekber hari itu, aku
kabarkan pada Senpai Vin, dia maklum. Huft, syukurlah..
Namun, hingga
dzuhur datang, nomorku belum juga sampai. Kami pun ISOMA,
Istirahat-Solat-Makan. Aku ke kosan Titin. Di sana ada warung
favoritku. Itu lho, yang makan Rp 3.000 bisa kenyang.. hihi
kami diminta untuk
menyiapkan lagu opening dan closing dan tentu saja. Aku
pakai lagunya Sheila On 7. aku tulis di note Himawari pemberian Ijek,
opening: Melompat Lebih Tinggi, Closing: Brilliant 3x. Sedang
teman-teman yang lain kebanyakan pake lagu Bahasa Inggris. One
Direction lah, apalah. Aku jadi ngebuat cadangan juga deh, Opening:
Smile, by Avril Lavinge. Aku suka lagu itu. Musiknya enak. Dan
tentunya bisa buat smile beneran. Halah.
Giliranku tiba. Ada
3 kakak senior di ruang On Air itu. Satu yang paling kuingat adalah
Kak Agung—karena nama yang dua lagi aku ga tau (baca: lupa). Nah,
yang jadi operator nanyain lagu opening dan closingku adalah seorang
mbak-mbak. Huhu. Aku bilang, openingnya pake Smile punya Avril, dan
closing pake Brilliant 3x punya Sheila On 7. aku uda rancang
cuap-cuap yang berkaitan dengan 'Smile' si Avril soalnya. Hoho. TAPI,
Smile si Avril ngga ada di kommp itu ternyata. Sedang waktu untuk aku
mulai tingga beberapa detik lagi. Kami heboh,
“pake lagu apa
dong, dek?? ini ada banyak Avril, tapi ngga ada yang Smile” ujar
kakak itu.
“wahh, lagu Avril
yang Aku mau yaa yang Smile ajja, Mbak.. ganti pake Sheila juga deh,
yang Melompat Lebih Tinggi..” balasku cepat. Sedang kak Agung mulai
menghitung mundur. Yaa, waktunya aku menyapa pada ikomers.
“assalaamualaikum
warrahmatullahi wabarrakatuh, selamat siang, Ikomers.. masih di 107.7
FM IkomRadio Be Creative Inspiring People, bareng aku di sini Zulfin
Hariani.. yaa panggil Fifin ajja yaa, Ikomers.. hhmm.. aku bakal
nemenin kamu-kamu sekalian buat beberapa menit ke depan.. dalam acara
baru aku yaitu 'MaInYuk~!' liMa Info Unik.. hoho, jadi kita bisa
dapet lima info unik di sini.. dan kamu-kamu bisa ikut partisipasi
bla bla bla” aku pun mulai ngoceh ke sana kemari mencari pelangi.
Satu kesalahan fatal yang kulakukan adalah di bagian akhir bagian
opening, “sebelum kita ke lima info unik, ini ada lagunya Avril
biar kamu-kamu semua tetap pada Smile di siang hari ini.. sambil
angkat jemuran mungkin.. sambil beres-beres kamar mungkin.. haha, so
check this out!” kemudian, berputarlah lagu MELOMPAT LEBIH TINGGI
punya Sheila On 7. GURBAK! Matilah aku. Bruakakakakakak
Kami di dalam
ruangan On Air pada histeris. Huaaaa, aku salah nyebut judul dan
penyanyi! Aku lihat Titin ketawa di luar. Haiyah, tega! Haha. Ku
lihat ruang sebelah, kami hanya berbataskan kaca tebal, masih bisa
saling pantau. Mereka mengetuk kaca, bertanya, “itu yang siaran
siapa namanya?”, lalu seorang mbak-mbak menjawab, “Zulfin
Hariani”
lalalalalalalalala
Pengen pura-pura
mati saja rasanya.
Lalu kak Agung
menyarankan, “potong ajja lagunya, kamu jelasin ke yang lain kalo
tadi itu bukan lagu Avril, tapi Sheila On 7” dia bilang juga,
“nyantai ajja.. oke?”
Dan aku
melakukannya. Haha.
Well, untuk adegan
seterusnya itu adalah di luar skenario yang ku buat. Teeman-teman
yang lain uda pada buat tulisan rapi untuk siaran. Jadi tinggal baca.
Nah, aku?
“kembali lagi
bareng aku, Fifin masih di 107.7 FM IkomRadio.. haha, ternyata yang
muter tadi itu bukan Smilenya Avril lho, Ikomers.. tapi Melompat
Lebih Tingginya Sheila On 7.. gapapa lah yaa, siang-siang gini kita
emang musti tetep semangat! Haha, melompat lebih tinggi! Gitu. Haha.
Tapi, tetap sambil Smile juga dong yaa.. haha.. well, langsung ajja
nih, aku bagi-bagi info unik buat kamu-kamu semua..bla bla bla bla”
begitu aku menyiasatinya.
Lalalalalalalalalalala
xD
hingga akhirnya,
Billiant 3x empunya Sheila On 7 menutup siaranku. Rasanya, mukaku
terbakar. Telingaku ngeluarin asap. Hahahaha. Buset, nyiar macam apa
aku tadi?
Tapi kakak-kakak
dalem ruangan tetap menyemangatiku, “ngga apa-apa.. nyantai ajja.
Yang penting kamu ngomongnya asyik dan lancar..” yaa, aku terhibur.
Dan tak henti tertawa hingga kos. Aku pikir, aku pasti sangat
beruntung jika ternyata malah diterima. Karena, teman-teman yang tes
hari itu cukup banyak dan bagus-bagus juga. Huuuuaa~
Sepulangnya, aku
langsung update status di efbi. Anak-anak Fospast nampaknya
bersemangat sekali mendengar kabar aku usai tes nyiar. Saride paling
lebay. Haha, itukan Radio Kampus siy, palingan ngga nyampe Amikom
juga akunya. Haha.
Lalu, datanglah
esemes aneh. Aneh? Yaa, karena, pertama. Aku ngga tau itu siapa.
Namanya ngga ada di kontak hapeku. Kedua, isinya juga aneh. intinya, aku diminta datang ke Sportorium sendirian jam 7 malam itu dan membawa nasi telur juga air minum. Dan ngga boleh ngasitau siapa pun.
Setelah kubalas dan
dibalas. Ternyata itu dari pihak IkomRadio. Aku heran. Disuruh datang
sendiri pun. Ngga bole ngasitau teman pun. Waduw. Bawa nasi telur
juga? Waahh..
Mau tak mau, aku
datang juga. Sendiri. Dan di Sportorium ngga rame. Hanya beberapa
senir dan teman-teman yang ikutan tes tadi siang. Aku ngerasa aneh.
Eh, Titin juga dateng.
“belum dateng
semua yaa, kak? Kok masih dikit ya?” tanya ku.
“lha, kamu kan
ngga tau siy, yang kita esemes siapa ajja..” jawabnya.
Oke, itu masuk
akal. Lalu kami dikumpulkan. Membentuk lingkaran. Diabsen.
“Zulfin
Hariani..” namaku (lagi-lagi) disebut pertama. Aku angkat tangan
dengan penuh firasat buruk. Astaga, jangan-jangan, aku bakal
ditanya-tanyain sekarang. Tadi kenapa salah nyebut lagu, hadoh. Terus
disuruh ngepel Sporto. Astaga. Disiksa. Dibentak-bentak. Oh NO!
Ada seorang temanku
yang tidak hadir, hapenya rusak. Ga bisa nerima esemes. Namanya Holy,
jadi si Rere meminjam motorku untuk menjemput Holy. Lalu kami mulai
memperkenalkan diri satu per satu. Aku cukup dikenal karena di sana
ada kak Mifta yang ternyata masih ingat aku berasal dari Lombok, pun
ada kak Dila, yang ternyata punya teman dari Lombok dulu, yang
bernama sama sepertiku, Fifin. Hadoh.
Barulah kami
diberitahukan, bahwa yang berkumpul di Sporto malam itu dan
mendapatkan esemes adalah rangers IkomRadio yang lulus tes siaran.
Aku diam beberapa
saat.
Wah, aku lolos?
HOREEE~
Alhamdulillah..
:D
Lalu kami
dijelaskan keuntungan bergabung di IkomRadio ini. Wah, aku ngga salah
ambil keputusan untuk ikutan ternyata. Link seputar kampus
pusatnya di sini, entah itu perlombaan, kegiatan, ataupun beasiswa.
Pengrekrutan penyiar radio-radio besar di Jogja pun biasanya nyari di
IkomRadio. Pokoknya banyak deh keuntungannya.
Padahal, awalnya
aku sempat ragu seraguragunya bakal masuk IkomRaadio. Terlebih saat
akan tes siaran. Rasanya pengen mundur. Tapi aku ingat beberapa
nasihat yang kupkir masuk akal juga. Dari bapakku misalnya, “dalam
melakukan apapun, lakukan yang terbaik. Jangan pikirkan hasilnya
nanti akan memuaskan atau menyakitkan. Tunjukkan semua kemampuan.
Optimis!” yaa, beliau benar. Karena dalam melakukan apapun, memang
sudah selayaknya kita lakukan semampu kita, supaya orang lain ngga
salah menilai kita. Pun katanya si Fiqi, “sebenarnya ya, Fin.. aku
juga ragu waktu mau gabung ama Tisaga Radio. Tapi, setelah aku denger
lagu-lagunya Agnes, aku langsung semangat”. Oke, di sini aku dapat
sedikit semangat. Jadi, ketika nanti di studio memutar laguku—Sheila
On 7, lingkungan itu sudah kuanggap adalah kawasan kekuasaanku. Haha.
Ini kawasanku, duniaku. Aku akan lakukan yang kumau sebisaku di
kawasanku. Hidup Sheila On 7!
Dan akhirnya aku
menjadi anggota IkomRadio. Devisi News yang dipimpin kak Rita dan
Nurul. Bareng Holy, Imam, Emilia, Ayu dan entah siapa-siapa lagi
namanya. Aku lupa. Haha.
Kami ditugaskan
menyusun program. Aku masih merancang. Ntar program-program kami
gabung, dan akan di presentasikan berbarengan dengan devisi lain.
Hhmm, aku lupa makrab untuk IkomRadio kapan, ntar deh aku kabarin
lagi. Kami juga disuruh buat nama siaran bertema sayur-sayuran.
Seperti tahun lalu misalnya, temanya beda: hewan darat. Kak Agung
nama siarannya Agung Ceking Kayak Kambing. Nah, namaku? Aku mau kasi
kata 'keren' tapi sayur apa yang berakhiran 'ren' ? Haha. Jadilah,
Fifin Narsis Kayak Buncis.
GURBAK
Well, itu dia
ceritaku tentang IkomRadio. Haha. Panjang amat yak niy tulisan?
Bodo amatlah, aku
emang ga bisa nulis pendek-pendek siy kal uda mengenai pengalaman.
Haha. Makasih buat yang uda baca.. wkwk
NB: ada usul buat
nama siaranku ngga? :p
Wassalam















wkwkwkwkwk..
BalasHapusdibagian itu aku bingung
maLes baca uLang.. :D
namanya: Fifin kece kayak pete.. :D
atau
fifin ceking kayak kambing
atau
fifin narsis kayak buncis !
:D :D
itu foto kapan yak?
BalasHapusjaduL baudss, :D
yodah.. :p
BalasHapusseperti aku peduli saja.. =="
yang pake kata "keren" gimana??
:p
ngga tauu.. itu fotonya malah hasilnya gituu xD
aku mau resignation ,,, tapi ga jadi ,,, masih ragu juga.... karena jadwal yang brantakan ...... huaaaaa....................... rada malesss.. finnn,,, posting tentang cara mengatasi rasa malas lah ,, dah hampir mulai jenuhh,, tapi knapa aku malah ambil cuti....
BalasHapus..... tapi makasi yoo finnn,,, mungkin bener ,, jalanin aja ....... kata sms kmu juga heheheeh :D
keputusan cuti itu uda tepat deh kayaknya, Fiq.. :D
BalasHapusinget ekspresi bapak itu kemaren?
wahh, dia tulus waktu bilang, "yang penting jujur"
cuti sampe semester 3 kan lumayan, uda ada pegangan.. :D
kalo cuti pun, maen2nya jdi ngga trlalu segan..
yoo, jalani ajja dulu :D
aok aneh..
BalasHapusjalani aja dulu..
maaf maaf maaf..
BalasHapusitu ternyata yg fin maksudkan..
ywdh, selamat menjalani..
@ Anonim 1 :: huumm.. siaoa kah? :3
BalasHapus@ Anonim 2 :: waah, kok minta maaf? beneran deh, ngga ngerti.. :3