“bapak mau hadiah apa?”
"doa ajja deh, doain biar tetap sehat. Kalau sehat kan bisa terus kerja buat cari nafkah untuk anak istri..”
Hari ini, 6 Oktober 2012, bapakku
mengulang tanggal dan bulan di hidupnya sebanyak 46 kali. Ya, usia
beliau tidak muda lagi.
Akan kuceritakan sekilas tentang
beliau.
Bapak adalah seorang pria yang tidak
seperti bapak kebanyakkan di dunia ini. Jika kalian pernah bertemu
dengannya, tentu kalian akan lebih mengerti apa yang aku maksudkan.
Dia bahkan memanggilku 'Kak Ken'. Dia suka memotretku dengan kamera
digital anehnya, yangmana sangat ia banggakan walau harus berulang
kali memasang pun mencopot baterainya.
Dia suka bercanda. Suka tertawa. Mudah
tersentuh. Sabar. Dan sangat menakutkan jika telah marah. Kursi pun
bisa terbang.
Ehehe
Di balik itu semua. Aku selalu mencoba
menerka jalan fikiran beliau. Benar-benar susah ditebak. Terlalu
praktis, kadang.
Aku suka ketika kita pergi berlibur,
walaupun sering tersesat. Aku juga suka ketika di malam Ahad kita
berwisata kuliner, mencoba setiap rumah makan. Pernah, makan malam
kami menjadi sangat panjang gara-gara berburu hingga luar wilayah
kota. Buset deh. Aku juga suka ketika kami berkaraoke. Baik itu di
rumah, dalam mobil, maupun rumah karaoke keluarga (NAV). Kami suka
berebut mic, menyerobot lirik selanjutnya. Lalu protes satu sama lain
hingga tertawa pecah bersama-sama. Aku ingat gaya bernyanyi bapak,
suaranya lumayan, suka sengaja terlambat 1 ketukan tempo di awal,
alisnya dikerutkan, mimiknya dibuat-buat, melafadzkan lirik dengan
potal (r=l). kalau sudah karaokean bareng, dia akan maju dan joget ke
sana-sini pake gaya Parto di OVJ lalu tertawa sendiri. Aku dan beliau
memiliki lagu duet, 'still loving you' dan 'boulevard'.
Beliau suka tersenyum. Walau hatinya
(mungkin) sedang tak tersenyum. Beliau sangat menjagaku. Haha, kalau
aku nonton FTV misalnya, dia pasti langsung ngomel-ngomel, “ga usah
nonton film pacar-pacaran! Ntar ikutan dah dia..” ujarnya. Dia
risih mendengarku menerima telepon, terlebih jika itu dari laki-laki.
Kalau perlu, dia akan ikut berbicara—walau sebentar, pada si
penelepon. Aku tahu dia sangat menyayangiku. Dia akan turuti apapun
yang ku mau sebisanya. Walau terkadang itu membuat adik-adikku iri.
Bahkan keluargaku menyebutku “penawar hati bapak” atau “kuncinya
bapak”. Aku tahu dia berharap banyak padaku. Berharap agar aku
menjadi putrinya yang tangguh dan berhasil di jalan yang ku pilih.
Dia tidak pernah memaksaku. Dia mengganggapku sahabatnya. Dia ingin
nasib anak-anaknya jauh lebih baik daripada nasibnya semenjak kecil.
Aku tahu dia tidak akan meninggalkan kami untuk alasan yang konyol,
karena dia adalah milik kami yang begitu berharga.
Apapun yang aku jalani sekarang, hanya
bertujuan untuk membuat kedua orang tuaku bangga. Aku malu jika
menjadi seorang anak yang hanya meminta dan merepotkan. Aku ingin
meringankan beban mereka. Walau kita berjauhan—sedari awal juga
demikian karena bapak belakangan ini bekerja di luar kota pun
mengekos di sana hingga pulang tiap minggu saja, kita selalu mengerti
cara merindukan satu sama lain. Seperti aku misalnya, ketika ibu
kantin menyetel lagu 'Pance' aku langsung berujar, “eh, ini lagu
mama dan bapakku lho..”
Dan mengenai hal yang beliau pinta
padaku di hari jadinya ini: doa, semoga ini dapat meneduhkan hati
beliau..
Allahku Yang Maha Agung, mudahkanlah
segala urusan yang kini dihadapi bapak hamba. Mudahkan tiap
kepelikkannya. Tentramkan hatinya. Rangkul ia. Sehatkan jasmani dan
rohaninya. Murahkan rizkinya. Panjangkan umurnya. Lipatgandakan
cintanya pada keluarga kecil kami. Sentuh tiap paginya dengan
semangat. Ramahkan lingkungan kerjanya. Berikan ia jalan yang lurus
dan terang. Pertebal garis senyumnya. Rukunkan ia bersama mama hamba.
Kuatkan bahunya menopang hidup kami anak-anaknya. Dan berkahilah
hidup kami semua untuk selalu mengabdi kepada-Mu.
Allahku yang Maha Bijaksana, beliau
telah merawatku dengan benar. Mendidikku dengan tepat. Juga
memahamiku dengan kesungguhan. Izinkan aku membahagiakan beliau..
kabulkanlah setiap doa-doanya.
Pak..
Terimakasih untuk semuanya. Fin akan
menjadi 'anak bapak' yang benar-benar 'anak bapak' seperti yang
pernah bapak minta. Maaf jika selama ini Fin udah buat bapak kecewa
dan berharap lebih pada keterbatasan kemampuan Fin. Sehingga menjadi
terlalu gengsi mengakui beberapa hal secara langsung. Terimakasih
untuk dukungan penuh bapak selama ini. Itu sangat menguatkan langkah
Fin.
Just be a good, more good and best of
the best father in this world us usual, ya!
We proud of you :)
Bonus, lirik lagu Still loving You by Scorpions :)
Time, it needs time
To win back your love again.
I will be there, I will be there.
Love, only love
Can bring back your love someday.
I will be there, I will be there.
Fight, babe, I'll fight
To win back your love again.
I will be there, I will be there.
Love, only love
Can break down the walls someday.
I will be there, I will be there.
If we'd go again
All the way from the start,
I would try to change
The things that killed our love.
Your pride has build a wall, so strong
That I can't get through.
Is there really no chance
To start once again?
I'm loving you.
Try, baby try
To trust in my love again.
I will be there, I will be there.
Love, your love
Just shouldn't be thrown away.
I will be there, I will be there.
If we'd go again
All the way from the start,
I would try to change
The things that killed our love.
Your pride has build a wall, so strong
That I can't get through.
Is there really no chance
To start once again?
If we'd go again
All the way from the start,
I would try to change
The things that killed our love.
Yes I've hurt your pride, and I know
What you've been through.
You should give me a chance
This can't be the end.
I'm still loving you.
I'm still loving you,
I need your love.
I'm still loving you.
Still loving you, baby...
Tertanda,
Putri tangguh kalian
Zulfin Hariani
Semoga Beliau tetap di beri kemudahan dalam semua hal oleh Allah Adza Wajalla.. Tuhan kita yg Maha pemberi...
BalasHapusaamiin :)
BalasHapus