Menggalau lagi?
Haha :D
Aku pernah dan sering katakan. Bahwa aku tak ingin memiliki
musuh, aku tak mau perasaan ‘tidak disukai’ terdapat pada diriku. Ya, dan
sejauh lalu itu baik-baik saja.
Sejauh lalu?
Ya, kini adalah titik di mana aku merasa tidak nyaman.
Huft..
Aku khawatir ketidaknyamananku ini merambat pada kenyamanan
yang memang semestinya nyaman. Aku tidak ingin ketidaknyamanan ini merembet. Pada
berbagai kenyamanan lain yang menjadi tidak seperti seharusnya aku lalui. Singkatnya,
aku takut kenyamananku habis.
Aku kehilangan banyak orang.
Masa lalu yang langsung menghilang, walau aku tak pernah
ingin seperti demikian.
Seorang sahabat aneh, yang tak berhasil aku kendalikan
emosinya tersebab terlalu banyak tekanan dalam lingkung kita sehingga pemahaman antar kita tersampaikan dengan gagal.
Seorang sahabat sekaligus pengagum, yang tak bisa juga aku
hadapi secara tegas tiap permohonannya. Lalu aku menjauh, dan itu salah. Namun jika
tak menjauh ataupun biasa-biasa saja, akan timbul banyak permasalahan lagi. Itu selalu begitu.
Sebuah organisasi yang begitu hangat, aku tinggalkan. Sejujurnya,
aku tidak pernah merasa ‘hidup’ di sana. Sekali pun aku berusaha berbaur. Terlalu
asing. Aku tahu mereka sangat baik, sungguh sangat baik. Tapi aku tak dapat
melihat diriku ada pada diri mereka. Singkatnya, aku tidak nyaman. Kenyamanan adalah
faktor penentu yang benar-benar sulit aku dapatkan, dan tentu harus ada jika
memang ingin bertahan lama berada pada suatu lingkaran. Dan sejak awal aku
telah berusaha, ya, karena apa yang bisa aku dapatkan dari tiap kegiatan mereka
sangat berharga. Tidak diajarkan di mana pun. Tidak di kampus ataupun buku. Yaa tapi,
entah apa itu. Aku tak bisa jelaskan. Payah. Usahaku berujung pada TO (Training
Organisasi) yang semula sangat berat aku ikuti namun kutanamkan harus kuikuti. Berbaur.
Bercanda. Dan tetap saja tidak bisa. Ketika menyebut sumpah organisasi, aku
merasa sangat berdosa. Aku sadar hari itu aku terlahir sebagai pengkhianat. Aku
bahkan tak menangis saat yang lain menangis.
Dunia begitu sempit. Terlebih kampusku. Terlebih lagi kostku, sungguh terasa sangat sempit
setelahnya. Berpapasan dengan mereka. Aku gagu. Hanya tersenyum kaku. Aku takut
menjadi seorang yang sombong. Aku ingin kita baik-baik saja.
Aku ingin tetap terhubung dengan dia yang lalu. Mengapa harus
menghilang? Hubungan yang ada di dunia ini kan ada banyak sekali yang bisa
dijalin. Saudara jauh-saudara jadijadian-teman-sahabat-adik-kakak-danlainlain. Tidak
sesempit harapan kita. Aku ingin tetap bersahabat. Pada dia yang pergi karena
aku yang tak mengerti, yaa mungkin kita
butuh waktu untuk saling mengerti dan itu tak harus penuh perdebatan tak
berarti. Juga pada dia yang berharap lebih, aku tak melarang untuk disukai,
hanya saja aku tak berjanji memperlakukan serupa. Ada banyak hal yang aku temui
di depanku bahkan bisa menjadi hambatan walau dimulai dengan kebaikan. Bagaimana
malah jika dimulai dengan kemunafikan yaa?
Ah!
Dan itu berimbas. Ya, menyebalkan.
Aku menjadi terlalu kepikiran. Aku merasa bersalah setiap
teringat. Aku merasa jahat. Aku mulai menyebalkan.
Aku menjadi sulit menemukan topik pembicaraan. Pada teman
sekelas. Pada dosen. Pada Uca.
Aku merasa mulai mengeluarkan kata-kata yang tidak
mengenakkan. Pada teman. Pada sahabat. Pada kekasih. Pada keluarga. Pada ibu
kost. Pada teman kost. Pada diri sendiri.
Dan aku tak mau itu berlanjut.
Aku tak mau menekan jejalan yang memang sudah ada. Aku ingin
terbakar semangat lagi atas tujuan awal mengapa aku ada di sini. Aku tak boleh
menjadi pribadi yang seperti ini terusmenerus. Aku yang rugi! Aku tidak mau.
Tapi bagaimana??
Masih banyak yang lebih penting untuk aku urusi. Target-targetku
bukan sekadar goresan tinta di atas kertas. Siapa lagi yang menyelamatkanku
jika bukan diriku? Tuhan pun ingin aku mengerti.
Baiklah, mungkin aku memang jahat. Tapi tak sejahat
pertimbanganku. Aku memang tidak baik. Tapi setidaknya, aku tak mau kehilangan
diriku yang aku tahu harus aku ikuti. Aku berhak memilih. Setiap orang berhak
tak menyukai, tapi aku masih tetap berhak berharap semuanya bisa baik-baik
saja.
Aku akan temukan. Lalu jalani.
Satu jalan yang menyatukan tali persaudaraan kita lagi. Nanti.
Yogyakarta
13:21-12/02/2013
Hum....aku pnh kyak gtu,,,,dan rasanya emang ga enk klo ada orang yg ga suka ato bhs ksrnya benci sma kita...
BalasHapusTp yah wktu kita blm tentu panjng, jdi jngn terlalu menghbskan waktu mu untk memikirkannya...
Sbrp banyak sih orng yg blng mu jahat?
Coba bandingn sma org2 yg blng mu baik?
Apa itu msh blm cukup...??
Klo blm, coba pikirin knp mu ngerubah sikap ke mrk?
Apa alsn mu emang krn sprti yg mrka pikirin?
Gaaa kan.....
Mu lbh tau dirimu sndiri, dan yg terbaik untuk mu.....
Jdi pstv thnkng aj.... Suatu hari nanti mrk pasti mengerti knp mu kyak gtu....
Dan mrk akn bnr2 nyesel ud blng mu jahat...
Ok....:)
SETUJU SAMA ARKA! RT arkani uchiha:
BalasHapusHum....aku pnh kyak gtu,,,,dan rasanya emang ga enk klo ada orang yg ga suka ato bhs ksrnya benci sma kita...
Tp yah wktu kita blm tentu panjng, jdi jngn terlalu menghbskan waktu mu untk memikirkannya...
Sbrp banyak sih orng yg blng mu jahat?
Coba bandingn sma org2 yg blng mu baik?
Apa itu msh blm cukup...??
Klo blm, coba pikirin knp mu ngerubah sikap ke mrk?
Apa alsn mu emang krn sprti yg mrka pikirin?
Gaaa kan.....
Mu lbh tau dirimu sndiri, dan yg terbaik untuk mu.....
Jdi pstv thnkng aj.... Suatu hari nanti mrk pasti mengerti knp mu kyak gtu....
Dan mrk akn bnr2 nyesel ud blng mu jahat...
Ok....:)
arigato :) <3
BalasHapus