Sebuah film bertema
politik yang mudah dipahami terlahir dalam tangan sutradara Monty Tiwa yang
dibintangi oleh Tora Sudiro. Pembelajaran yang memang seharusnya tak lagi
menjadi hal asing dikemas dengan sangat menarik diiringi bumbu komedi, dan
tentu tetap mengutamakan pesan yang ingin disampaikan.
Bermula dengan gagalnya
Baygo ( Tora Sudiro) melamar Ani ( Revalina S. Temat) yang merupakan kekasihnya
tersebab ia dipecat karena dituduh mengacaukan acara rakernas sebuah partai besar
pimpinan Zainuddin, sehingga ia semakin dimusuhi oleh ayah mertuanya. Bagyo
terpaksa harus mencari cara untuk mewujudkan impiannya menikah bersama Ani.
Namun keberuntungan
mulai datang ketika Baygo mengejar pencopet yang mencopetnya yang juga
menyerang seorang artis bernama Atika, dan kemudian menjadikannya terkenal dan
dikagumi dalam masyarakat sebagai tokoh terpuji.
Ketenaran Bagyo
menariknya bergabung pada sebuah partai pimpinan Wibowo yang hanya memanfaatkan
‘nama’ Baygo untuk mendapatkan simpati dari masyarakat. Dan ternyata rencana
itu tidak berjalan mulus, karena ketika Baygo ditugaskan untuk berkampanye di
sebuah desa terpencil, tak seorang pun mengenal siapa Bagyo. Kampanye gagal
total.
Dalam film ini,
beberapa permainann politik banyak kita temukan. Segalanya disajikan dengan
ringan dan mudah dipahami, sehingga bagi penonton yang sekalipun tak mengerti
akan dunia perpolitikan dapat menikmati dan menjadi lebih selektif untuk
memilih pemimpin kelak, tidak hanya karena popularitasnya.
Komentar
Posting Komentar