(Suara Mahasiswa) Peran Serta Kampus dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Narkoba di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
![]() |
| Mala Hikmawan Primana |
Menindaklanjuti
sosialisasi Peran Serta Kampus dalam
Menciptakan Lingkungan Bebas Narkoba di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada
Sabtu 24 Nopember 2012 pukul 08.30-11.00 WIB di lantai dasar masjid K.H. A
Dahlan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) lalu, andil mahasiswa sebagai target utama sosialisasi tersebut terekam oleh
tim kami, tersebutlah Mala Hikmawan
Primana. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta jurusan Farmasi angkatan 2011 ini berpendapat
bahwa peran kampus dalam meminimalisir penyebaran narkotika di lingkungan
kampus sangatlah dibutuhkan.
Laki-laki
kelahiran Mataram, 11 Desember 21 tahun
silam ini mengaku bukanlah seorang pemakai dan sejauh ini tidak memiliki teman
seorang pemakai pula. Hal itu berkenaan dengan 50 sample urine yang di periksa pada 24 Nopember lalu pada mahasiswa
UMY dan keseluruhannya berhasil negatif. Mala—begitu ia kerap disapa—mengaku
tak ada niat untuk mencoba hal-hal semacam itu. Tak peduli ia akan dikatakan
tidak gaul dan keren, sudah menjadi pegangan dasarnya menuntut ilmu dalam jalur
yang lurus.
Peran serta
kampus dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba itu sendiri mendapatkan
respon yang baik dari Mala. Ia bahkan menyarankan kepada pihak kampus agar menyisipkan
semacam penyuluhan dan sosialisasi anti narkoba pada acara Baitul Arqom ataupun saat OSDI untuk para mahasiswa baru (maba)
sebagai langkah awal yang baik. Dengan begitu, maba akan mendapatkan bekal
berupa moral, pengetahuan agama, dan tentu pencegahan dari terjangkitnya hal
negatif seperti obat-obat terlarang tersebut. Peran orangtua juga sangat
mendukung untuk dikaitkan, karena menurut Mala sendiri peran keluarga dalam
membentuk karakter seorang anak sangatlah berpengaruh banyak.
Mahasiswa tidak
bisa disamakan dengan siswa SMA, SMP, bahkan SD. Pada jenjang pendidikan yang
kian meninggi, pendewasaan yang tak ingin diambil kontrolnya juga menjadi salah
satu kendala berefeknya sosialisasi dan penyuluhan yang dilakukan pihak kampus.
Oleh karenanya, Mala berujar bahwa tak hanya mahasiswalah yang diberikan
penyuluhan. Namun, pihak kampus seperti dosen-dosen dan staff yang tergabung
juga perlu menjalani pelatihan anti narkoba.
Dalam pandangan
Mala, hal-hal yang dapat menjerumuskan mahasiswa untuk berhubungan dengan
narkoba salah satunya adalah faktor ekonomi. Terlebih pada mereka yang
merupakan perantau dan hidup sebagai anak kost.
Kiriman dari orang tua yang belum kunjung datang sedang kebutuhan membeli
keperluan yang tak terpenuhi dapat memicu mahasiswa mengedarkan juga
mengkonsumsi sebagai pelarian dari masalah. Pergaulan yang bebas dan tak
terarah juga sangat berpengaruh. Tidak tertanamnya kesadaran sedari dini juga
rentan menggoyahkan untuk sekadar mencoba-coba.
Kepada pihak
kampus, Mala mengharapkan sanksi tegas dan berefek jera sejera-sejeranya kepada
siapa saja dalam komponen kampus yang tertangkap berhubungan dengan narkotika
itu sendiri, demi terciptanya generasi muda mendunia dan merupakan
sebenar-benarnya muslim sesuai ajaran Islam.
Mahasiswa yang memiliki hobby mengoleksi film, bermain game, dan membaca
novel ini berpesan, “Mending jauhi
narkoba, ngegunain narkoba itu ngga ada gunanya. Gak akan bisa ngebantu kamu
nyelesain masalah, juga ngga bisa bikin kita keren. Itu malah nambah masalah
buat diri kita dan keluarga loh. Jadi, kerjakan hal-hal yang wajar dan positif
aja deh!” ucapnya tegas lalu tersenyum simpul.

Komentar
Posting Komentar