Assalaammualaikum Warrahmatullahi wabarrakatuh
“Mbak, aku boleh minta sesuatu ngga dari mbak?” Pinta sebuah suara di seberang panggilan konferensi beberapa menit lalu.
“Minta apa, Mbak?”
“Aku mau dibuatin tulisan.. Tentang bagaimana aku menurut mbak..”
Jadi, aku membuka lipatan Uca yang memang aku mode sleepkan usai mengurus proposal
tadi. Lalu mulai memejamkan mata. Mencoba kembali pada 2 tahun silam. Menjemput
bayangan seorang Hurun In Ikhwatika Fitri.
Hari itu, di masa lampau. Seorang gadis semampai mencuri
pandanganku. Oke, aku memang seorang yang suka memperhatikan orang lain tanpa
izin. Tapi aku sungguh menikmati hal itu. Hum.. Ia sering menunduk. Juga berbicara
lembut. Ia memperkenalkan diri sebagai seorang Iin.
Kala itu, dia selalu ditemui seorang kakak kelas berkulit
gelap yang suka bercerita. Yaa, aku memperhatikan. Kakak kelas itu bercerita
terus-menerus, tak jarang melakukannya dengan berbahasa sasak—menceritakan segala
hal yang dia pikir menarik hingga akhirnya tertawa sendiri. Dia datang setiap
jam kosong. Mbak Iin selalu bersamanya. Mereka terlihat sangat dekat.
Itu berlangsung cukup lama, cukup membekas di kesan pertama.
Dan entah apa yang terjadi pada mereka setelah itu, aku tahu, mbak Iin telah
melewati masa yang sulit.
Kakak kelas itu mulai menghilang. Tamat.
Aku menangkap aura yang berbeda.
Ah, apa kausadar?
Saat itu aku
penasaran.
Aku mencari info di jejaring sosial. Lalu si kakak kelas itu
mengirimi aku pesan. Mengatakan sesuatu yang tentu dulu telah aku sampaikan
pada Mbak Iin dan tak akan aku ulangi lagi di sini. Oke, sedikit banyak aku
mulai bisa menerka-nerka.
Kemudian.. Ada titik di suatu hari, ia menjadi sangat
murung.
Pikiranku mengatakan, bahwa seorang Mbak Iin (pada waktu
itu) masih dalam proses menimbun tanggul pendewasaan. Terkadang ia salah
berucap, lalu menyesal, namun sadar. Kemudian ia mencoba untuk lebih tenang,
berjalan tegap, walau kerap tersentak.
Aku pernah sekelompok dengannya dalam tugas Desain Grafis. Tugas
membuat brosur SMAN 1 Selong. Hal itu menjadikan kami lumayan dekat. Aku datang
ke rumah Mbak Iin yang jembatan sungai depan rumahnya sangat sempit ==” pun ia
juga kadang melakukan hal yang sama untuk datang ke rumahku. Lalu kami ke pusda
juga, dan tertawa bersama.
Aku menemukan banyak hal baru. Selera humor Mbak Iin cukup
bagus. Bercanda dengannya itu seru. Dia seseorang yang mudah tersentuh dan
mudah memahami. Terkadang ia suka menuduh secara cepat. Dia suka berteman
dengan banyak orang. Mudah penasaran, namun cepat juga mengalah. Terkadang berkesan
menghilang jika ‘gerah’. Mbak Iin menyukai Ungu Band dan benda-benda berwarna
ungu. Seingatku pada bindernya tertulis bahwa warna ungu itu adalah lambang
kelembutan. Ia suka sesuatu yang simple.
Sederhana itu menyempurnakan, katanya. Dia suka memandangi jejak hujan di
jendela. Dia suka tokoh Hinatta dalam anime Naruto. Dia suka mengutakatik
laptop dan applikasi pengedit foto. Oh
iya, dia suka fhotography juga. Aku ingat
betapa bersemangatnya dia ketika pelajaran fotografi bersama Pak Wahid dulu. Dia
suka mempelajari bahasa Inggris dan Japan juga. Dia selalu berpenampilan rapi. Menyukai
seni, juga olahraga. Hal tak terlupa yang pernah aku lalui degannya adalah
ketika kami bernyanyi di sebuah Gazebo dekat Kocin dahulu, lagunya Jikustik
yang Puisi, pun Ungu yang Laguku. Wah..
Pernah suatu malam, ketika kami sedang beresemesria. Dia
berkata, “enak ya jadi mbak.. kayaknya ngga ada masalah. Tiap hari di kelas
ketawa mulu. Gimana caranya ya biar bisa kayak gitu?”
Haha. Aku tak akan lupa. Tentang apa yang kita bicarakan
malam itu.
Oke, ingatanku memang terkadang parah dalam hal mengingat. Tapi,
untuk beberapa hal yang ‘tepat sasaran’, Insya Allah aku tidak akan lupa. Haha.
Tahukah, Mbak?
Sebenarnya di malam itu, aku sedang tak bahagia. Tak seperti
kata ‘bruakakakak’ atau ‘ahak hak hak’ atau ‘huahahaha’ atau ‘lalalalala’ atau ‘guarararara’
atau icon :D :) dst dst yang aku kirimkan.
Hari di mana Mbak Iin mengungkapkan hal itu padaku justru
adalah salah satu dari hari-hari terberatku. Kita tentu tahu, kan? Setiap orang
pasti memiliki masalah. Bedanya, ada orang-orang yang memang sengaja ingin
diketahui sedang memiliki masalah, dan ada juga orang-orang yang memang tidak
ingin diketahui sedang memiliki masalah. Kemudian di antara mereka ada yang
ingin dihibur, dibantu, diperhatikan, namun ada juga yang hanya ingin
menyelesaikan masalahnya sendiri.
Hal yang ingin aku sampaikan adalah, dahulu dan kini tentu
sudah sangat jauh berbeda, kan? Kita tumbuh menjadi gadis yang masing-masingnya
memiliki cara tersendiri untuk dewasa. Berpikir dewasa. Bertindak dewasa. Memutuskan
dengan dewasa. Bersahabat dengan dewasa.. Dewasa itu adalah kesimpulan dari
cobaan-cobaan yang terselesaikan.
Pun cobaan tak pernah kunjung bosan untuk datang, kan? Aku tak
berani berkata bahwa kini pun, Mbak Iin di usia ke-19nya sedang tak memiliki
masalah. Kita semakin dewasa dan lihai untuk berpura-pura. Kita mulai pandai
menyamarkan pengharapan pada seseorang yang sebenarnya kita kagumi namun meragu
untuk segala kemungkinan yang bisa saja terjadi setelahnya. Kita mulai mencari
jati diri dengan penuh kegencaran. Kita mulai berpikir tidak hanya untuk
kebahagiaan sesaat. Kita semakin banyak menerapkan pelajaran dari pengalaman.
Mbak iin adalah seseorang yang beruntung. Percayalah. Dapat bersekolah
di Universitas yang bagus—yang sempat menjadi incaranku dahulu, dengan mulus. Jangan
menyerah, Mbak. Kau di sana karena kaumampu. Kau di sana karena doa banyak
orang yang sangat mencintaimu dengan tulus dan ingin kau bersinar di jalan yang
kau pilih. Jangan kecewakan satupun di antara mereka. Mereka mengandalkanmu,
Mbak.
Jauh dari rumah tentu bukan perkara sederhana. Melakukan
banyak hal sendirian. Memutuskan sendirian. Bangkit sendirian. Menghibur diri sendirian. Bertahan pun
sendirian.
Semangatlah! :D
Pertahankan sosokmu yang ceria-konyol-lincah-gesit- terkadang
cuek -menyebalin itu yaa.. itu berharga. Walau (lagi-lagi) pikiranku mengatakan,
ada sesuatu di lubuk sana.. Yang sejatinya tak sepolos yang terlihat, pun tidak
tak-sepolos yang kau pikir. Ada sesuatu yang belum tersentuh di sana.
Pengalaman mengajarkan banyak hal. Alasan pribadi juga penyuplai
motivasi berkadar tak rendah dalam menjemput mimpi-mimpi. Kaupasti bisa, Mbak. Teguhlah.
Sisakan kepercayaanmu pada dirimu sendiri.
Terakhir, semoga di usiamu yang ke-19 ini, Allah SWT memberikan banyak pencerahan atas ujian di depan kita. Menjadikan kita hambanya yang ikhlas dan pandai bersyukur dalam tiap cobaan. Melebarkan pintu kesuksesan atas usaha kita. Memurahkan rizky kita. Memberikan hari-hari yang penuh dengan pembelajaran. Juga menebalkan iman kita agar selalu kokoh di jalan-Nya.
Aamiin allahumma aamiin
Mari menjadi orang yang sukses, bersama :)
wassalam
Yogyakarta
02:00 WIB
16/03/2013
Ammiiin...
BalasHapusKmren katanya mbak iin mau saya oprekin blognya, tapi sayang password dan emailnya saya gak tau.
Oleh karena itu saya coba tanya2 kriteria blog yg diidamkan mba iin. Tapi saat itu saya berdalih, bahwa saya hanya sedang meminta pendapatnya ttg blog yg disukai oleh cewek.
Dia berkata:
saya suka blog yg kayak susu coklat, tidak ngejreng, tetapi lebih terlihat soft.
Biar mbak iin gak capek coding karena saya tau di kampus saja mbak iin selalu coding hampir tiap hari.
Saya bukannya meragukan hasil codingan mbak iin, saya hanya ingin sedikit membantu mbak iin biar gak terlalu pusing sama code code yg terkadang bikin kita muntah seharian.
oke deh tanpa basa basi,
sebelumnya maaf kepada admin masih nyata, saya mau sedikit promo di sini :)
Hadiah buat mbak iin ->> http://hurun-iin.blogspot.com
- saya ada sedikit pembahasan ttg java di sana, kira2 5 postingan lah, semoga itu bisa membantu mbak iin dalam belajar java, walaupun sebenarnya mbak iin sudah lebih mahir dari pada saya kalau masalah java :D -
semoga hasilnya tidak mengecewakan.
Happy Birthday Mbak iin
MGBUE
"you are the owner of that blog since you see the latest post of that blog"
KEREN!
BalasHapusBLOGnya juga bagus, :)
SELAMAT ULANG TANGGAL DAN BULAN MBAK IIN!.. :)
semoga, ngga muntah Lagi sama kode-kode itu.. :D
@ Olide :: wahh :D keren (y)
BalasHapuswkwk
mau juga doongg.. #Lho
@ saride :: hehe, tepatnya, semoga kalian bertiga deh, yg ga muntah2 :D
*eh, plus Arka satu :p
Benar-benar tulisan yang membuatku terharu, senang, bangga, aku bangga sama kalian semua, makasi Mbak Ken yang sampai begadang menyelesaikan tulisan ini, itu kado berharga! Sumpah aku sampai nangis bacanya T.T
BalasHapusfor dulid: makasi buat blognya, akan aku jaga dan pergunakan baik-baik. Walaupun tulisanku masih amatiran, tak sebagus olid, tak sekreatif olid, tapi aku akan belajar lebih banyak lagi, makasi buat blognya :')
for sarid: makasi buat logo JSW-nya, perpaduan antara warna ungu, gambar perempuan memegang laptop yang lagi blogging, gambar kamera, KEREN!
SUMPAH aku gak tau harus berbalas seperti apa sama kalian semua, makasi sudah peduli, makasi Mbak Ken, dulid, sarid, dan semua penghuni istana hijau, miss you all :')
ehehe :D
BalasHapusalhamdulillah..
kip nulisss semuaaaa :o