pada sela waktu di hariku, aku berpikir kembali mengenai
mendokumentasikan hidup dalam tulisan seperti yang kulakukan ini, pernah terlintas
pertanyaan semacam..
...did I do something useless?
...did I do something useless?
untuk apa?
dulu sih tekad awalnya untuk menjadi tetap hidup. ya, aku
ingat dan kini masih sependapat bahwa sebenarnya ada ketakutan dalam diriku
ini, jika-jika suatu hari ketika aku
sudah tak ada lagi, aku benar-benar dilupakan. hilang raga bahkan dalam
ingatan. itu mengerikan. aku tidak bisa bayangkan.
tulisan menghidupkanku. setidaknya jika seseorang bisa
membaca, walau kami tak pernah bertemu, ia tahu aku pernah ada. aku penasaran
dengan kehidupan yang dijalani oleh orang-orang di tiap harinya. apa menyenangkan?
membosankan? penuh perjuangan? atau apalah itu. aku selalu mencoba menjawab
segala pertanyaan dalam diriku. setidaknya ketika aku memikirkan apa yang dilalui
orang-orang dalam hidupnya, aku menjawab diriku dengan menuliskan apa-apa yang
aku lalui. tidak semuanya menyenangkan untuk dibaca, ah, hidup memang tak
melulu menyenangkan. ada hari dimana kau tak menghasilkan apapun, padahal di
hari yang lain kau bisa menjadi begitu produktif. ada hari di mana kau
berkumpul dengan orang banyak dan melakukan hal-hal menyenangkan, namun ada
juga hari yang kau habiskan hanya dengan merenung dengan dirimu sendiri.
ketika kuputuskan untuk mendokumentasikan hidup ini—yaa ini
sebuah misi yang besar, aku mulai berpikir untuk melakukan hal-hal yang kiranya
menarik untuk dijadikan ulasan dalam tulisan. aku sadar, aku yang menentukan
apa yang akan aku lalui. aku yang memilih bagaimana caraku memandang hidup ini.
kadang rasa malas datang dengan hebatnya. padahal banyak
sekali hal yang ingin aku tuliskan. rasanya benar-benar payah, tidak bisa
melawan rasa malas sendiri. kadang pula rasanya begitu menggebu-gebu untuk
menyusun tiap kata. hal terkecil apapun yang terjadi, pasti aku tuliskan. yaa,
namun kembali lagi ke permasalahan awal, aku tidak konsisten.
ingin rasanya konsisten yang benar-benar konsisten. menulis setiap
hari. walau letih tetap menyempatkan menulis. toh aku sudah terbiasa menulis
semenjak sd, ah, mungkin tk. membaca tulisanku di nara-nara pun rasanya sampai
ingin aku tulisi ulang.
hari ini, aku letih. hampir selalu begadang dan harus mulai
beraktifitas di pagi hari. seandainya tubuhku bisa protes, mungkin aku sudah diskors untuk beraktifitas sekarang. namun
aku percaya semua ini akan biasa saja jika aku telah terbiasa. ya, terbiasa
untuk tidak berhenti. walau tetap akan ada rasa bersalah lagi di sini, tentang
konsisten menulisku yang benar-benar ingin aku stabilkan.
I’ll find a way to
recover this. I’ll try.
Yogyakarta
Zulfin Hariani
070320152326
Komentar
Posting Komentar