Asaalaamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Hai, my fans. How’s
life? wkwk.
Rasanya sudah geli banget ini tangan pengen nulis semenjak
pulang dari Solo beberapa waktu yang lalu. Itu lho, tentang Creation Festival yang diadain sama Universitas
Sebelas Maret Surakarta (UNS). Udah baca post yang ini dan ini ga? Baca
dulu gih. Haha.
Sebelumnya, aku mau cerita kenapa aku bisa sampe telat ngepost ini tulisan. Pertama, Uca emang
lagi sakit—sudah kita bahas di postingan sebelumnya. Kedua, akunya yang sakit.
Ihiks. Kelas Professional Image aku
ga masuk. Duh, rugi banget rasanya. Jadi, sepulang dari 3 hari ‘have fun’ di Solo, something wrong happen
gitu deh sama aku. Curiganya sih gegara pergantian iklim. Iklim? Iya mari kita
sebut AC mobil kampus super kenceng-Kota yang panas-AC hotel yang aromanya
aneh-Kampus yang panas-AC Aula Seminar yang bbrrrr-tempat wisata yang panas,
dan berulang terus selama tiga hari tersebut, lalu diakhiri dengan AC kereta
yang kuenceng sadis—jilbabku sampai berkibar selayak sang saka di hari Senin,, itu yang aku sebut iklim. Ditambah porsi begadang yang sampai berasa ngga begadang. Udah gitu nyampe Jogja disambut sama hujan. Intinya, nafsu makanku jadi aneh—hokum
keterkaitan nafsu makan dan iklim 1.0—yang mengakibatkan asam lambung ngga
beres, kolaborasi sama badan yang puegal-puegal kayak lagi gendong tuyul, juga
demam dan diare yang datang dan pergi oh begitu saja, semua kutrima oh apa
adanya. Buset, itu beneran ngga enak banget. Mesti kuliah-rapat-nugas juga tetepan,
plus nyusul nyetor UK 1 gegara izin 3
hari ke Solo ituh. Ih waw banget dah. Alamat kamar selayak kapal Titanic nabrak Haji Lulung deh.
Kok agak alay ya?
Curiga, gegara kebanyakan maen sama Titin kayaknya nih.
Haha.
Well, Uca udah baikan. Setelah mencari bala bantuan
sebelumnya, aku putuskan ‘menyelamatkannya’ ke Ramai Mall. Di lantai 3, ada
semacam stand-stand buat service netbook gitu. Hasilnya? Okray,
aku ceritakan. Jadi gini, sebelumnya Uca pernah ganti Keyboard kan? Gegara
jatuh dan retak di bagian tombol powernya
dulu itu lho. Nah, kabar baiknya adalah tuts
di keyboardnya waktu itu masih sehat walafiat. So, aku ga perlu beli keyboard
baru buat mengembalikan fungsi tuts
huruf ‘t’ yang rusak kemarin. Jadi ceritanya, aku dan Rizca pergi ke Ramai Mall
gitu, masnya bilang bisa sambil ditunggu ngereparasinya. Yaudah, sekalian kami
belanja bulanan aja di lantai 1. FYI,
besok-besok belanja bulanannya mending di Progo aja deh, di Ramai Mall mahal.
Tolok ukurku adalah Mie Gelas. Kalau di Ramai Mall, harganya 3000an gitu
sebiji. Kalau di Progo kan 1000an gitu. Lumayan selisihnya.
Usai berbelanja, saatnya menjemput Uca. Keyboardnya udah diganti, udah aku cek. Bayar Rp 15.000 untuk
pasang dan Rp 30.000 untuk beberapa kabel yang katanya ngga fungsi lagi. Tombol
powernya dituker sama keyboard yang
lama. Intinya, ini keyboard yang
sedang aku pake ngetik sekarang adalah kolaborasi dari beberapa item keyboard lama jugah. Gitu.
Sesampainya di kos pada hari itu, tentunya aku uda ga sabar buat nulis dan
nugaslah yaa. Kebiasaanku sebelum ngetik adalah ngedengerin musik dulu, minimal satu
lagulah. Aku putar lagunya Kunto Aji Sagara yang Menjadi Milikku. Ada yang
aneh. There was no sound out. Aku cek
volume Uca dan App Pemutar musikku,
udah maksimal semua. Aku coba open with-bla-bla-bla-bla,
semuanya nihil. OH MY GOD! Hidup tanpa
musik bagai makan soto tanpa kuah. Aku ganti lagu, tetep ga bisa. Aku coba putar
film—waktu itu Big Hero 6, dan masih
ngga bisa juga walau sudah aku coba open
with-bla-bla-bla-bla, semuanya tetap nihil.
SEDIH!
Aku cek organ tubuh Uca yang lain. Ada yang mengejutkan, GA
ADA PENUTUP SLOT MMC SD-NYA! Aku cek kesing keyboardnya yang lama, sama, GA ADA
PENUTUP SLOT MMC SD-NYA JUGA! Padahal, sebelumnya ada.
OH MY GOD! OH MY GOD!
OH MY GOD! OH MY GOD! OH MY GOD!
I AM SO SAD~
Baru juga ini body
rasanya baikan, rasanya langsung letih lesu lemah lunglai. Ini ga mungkin aku
anemia kan?
Aku sms nomor di notanya. Tapi itu uda malam juga sih, lewat
jam setengah sembilan malam. Mereka udah tutup. Aku esemes sampai 2 kali dengan
isi yang sama, but still not responding
yet. Duh, kalau Uca bisa ngomong, mungkin dia sudah bilang, “Fin, kok kamu tega sih ngasi aku ‘digituin’
sama dia? Kok kamu tega sih, Fin?! Sekarang lihat apa yang terjadi! Lihat! Aku
sudah tidak seperti yang kamu kenal dulu. Dia merampas yang aku miliki selama
ini, Fin! Kamu tega!”
Maaf Ucaaaa T_T
Okray, ini agak lebay.
Lalalalalalalalalalalalala
Keesokan harinya, aku kuliah jam 7 pagi, usai kuliah
sebenarnya ada kumpul semacam kerja kelompok gitu. Cuman, aku izin bentar dulu
gitu. Mereka memaklumi setelah kuceritakan apa yang telah kami (aku dan Uca)
lalui beberapa waktu belakangan ini. Mereka memberikan dukungan untuk segera
menyembuhkan Uca dan mengembalikan martabatnya. Nomor yang di nota membalas
esemesku di pagi itu, seperti biasa, aku dipanggil ‘mas’, but it’s okay, aku mulai terbiasa berbicara pada dinding kamar, aku
takkan tenang saat sehatku datang. Intinya, aku diminta datang langsung aja ke
tempat yang kemarin, entah yang cabangnya di Malioboro ataupun yang di dekat
kampus UMY. Etdah, jauh-jauh ke Malioboro, padahal cabangnya ada dekat kampus
gue ternyatah! Super.
Maka dengan gabungan tekadku bersama Vava, kami langsung
menuju Ramai Mall. Masih kutemukan jejakku bersama Rizca yang kemarin ngidam RotiBoy di sana, kemudian kita menyusuri
jalanan Malioboro sampai jari kaki terasa di telapak kaki. Okray, kita skip tentang RotiBoy, kita menuju lantai 3.
Yang piket jaga sekarang, orangnya beda. Yang kemarin kurus
dan ceriwis, yang sekarang berotot lemak di mana-mana dan lebih suka percakapan
semacam ngejawab pertanyaan aja. Setelah aku ceritakan kronologinya, Uca dicek
lagi. Ternyata, kabel speakernya lupa
dicantolin. Terus, penutup slot MMC SDnya cuman ada sebijik. Sebagai permohonan
maaf, aku dikasi adapter 2 bijik. Impas? Sebenarnya, menurutku sih ngga impas.
Karena apa yang ada pada Uca tidak dapat digantikan dengan apapun. Huh. Tapi,
yaudahlah, toh seperangkat keyboard yang
satu lagi udah ngga bisa kepake, adapternya tetep aku ambil. Hehe.
![]() |
| Adapter | via Masih Nyata |
Sekarang?
Uca uda sehat sentausa! Alhamdulillah! Kalau akunya? Yaaa,
sehat juga dong ya. Hehe.
Doakan kami agar tetap sehat yah. Karena kesehatan adalah
hal yang paling berharga. Percuma pandai menyusun schedule atau bahkan gesit
ngereschedule kegiatan apapun, kalau yang ngejalaninya sakit.
Sehat adalah modal utama untuk bisa menjadi lebih baik dan melakukan hal-hal
baik lainnya. Untuk kamu yang membaca tulisan ini, jaga kesehatan juga yaa!
Kamu tidak pernah tahu kan ada seseorang di tempat lain yang seolah dapat
merasakan jika kamunya sakit.
...seperti aku dan Uca misalnya.
...seperti aku dan Uca misalnya.
Wassalaam
BONUS:
Ini dia sebagian kecil dari keseruan Creation Festival di Solo. Untuk lebih jelasnya, tunggu postingan selanjutnya yah. Hehe. Bentar lagi aku masuk kuliah nih, sekitar 2 jam lagi, dan ngumpul tugas yang masih on going aku garap jugah. Wkwk. Bubay!
Yogyakarta
Zulfin Hariani
010420151017


Komentar
Posting Komentar