amarah di mimpiku masih meniggalkan benci ketika
kuterbangun dan rasanya begitu membara
aku mencacimu
aku memakimu
aku murka
padahal itu hanyalah sekilas mimpi yang
singgah ketika letih kemudian aku terlelap
semoga memang hanya
sekadar mimpi
Yogyakarta
Zulfin Hariani
070420151021
Komentar
Posting Komentar