Assalaamualaikum
warrahmatullahi wabarrakaatuh
Semakin
sulit mencari sela waktu menulis. Ish. Ini menyebalkan. Ah, aku sudah pernah
infokan bahwa mendaftarkan diri KKN di bulan Juni kan? Kabarnya mundur sebulan
dari Agustus yang seharusnya. Nah, tahu kah? Info terbaru malah mengabarkan
akan diterjunkan bulan Mei. Iya, bulan depan. Bulan ini aku sudah mulai
pembekalan. Sebenarnya, tabrakan sama beberapa event organisasi, KKL, bahkan UTS sih, tapi.. yaa mau gimana lagi?
Lalalalalalala
Aku
ada janji mau cerita tentang Day 1 sampai Day 3 Creation Festival (CF) di
postingan yang ini kan ya? Beneran,
jadi kepikiran terus akunya buat buruan nulis. Tanpa babibu lagi, langsung aja,
gini nih ceritanya..
DAY 1
Pagi
hari kami langsung nongki buat sarapan di burjo depan hotel. Yes, paket kamar kami ngga include sama breakfast. Maklum, soalnya kamar kami adalah 2 kamar terakhir di waktu
itu. Schedule hari itu ada seminar soft opening CF di Aula Seminar FISIP
UNS. Setelah sempat bertemu Mbak Citra (LO Antariksa) di Lobby yang mengantarkan setrikaan, dia menginstruksikan kami untuk
menunggu bus kampus depan boulevard.
Maka usai sarapan, kami menunggu bus yang lumayan bikin kering, untuk
selanjutnya menuju gedung FISIP. UNS luas banget ternyata coy.
Menyenangkan
karena kami bertemu teman-teman baru dari berbagai perguruan tinggi. Ada Tim Prameswari (UAJY), Kujang Rangers (UNPAD), Timlo (UNS),
& Pride (Unair). Seminar itu terbuka untuk umum, yang akhirnya
mempertemukan aku sama pacar barunya si Dina. Ahahaha. Mas Qisti, ketua
Perhumas Muda Yogyakarta yang sering main ke Komakom juga. Dia duduk di
sebelahku, kemudian bilang, “Jadi kamu Kak Ken yang dimaksud Dina? Anak
Jepang-jepangan juga berarti?”. Etdah, ini si Dina udah cerita apa aja sih.
Seminar
Nasional pagi itu bertema 'Brandstorm', bareng Mbak Sarah Diana Oktavia yang bekerja sebagai Copywriter di Saatchi &
Saachi dan Ibu Indira Abidin sebagai Associate
Director di Fortune PR. Itu
bermanfaat banget. Nambah wawasan dan bikin open
mind. Aku menjadi berpikir bahwa dunia kerja itu tidaklah mudah, akan
sangat berbeda dengan apapun yang pernah aku pikirkan. Bekerja artinya belajar
tanpa henti secara unconventional,
iya, siapa bilang semua ilmu di bangku kuliah dapat mencukupi kebutuhan di
dunia kerja? Akan selalu ada hal baru yang harus dengan cepat dipelajari sesuai
background perusahaan. Aih, aku mulai
tidak sabar untuk terjun ke dunia kerja!
Orang-orang
yang kutemui di sana yaa selayaknya anak-anak komunikasilah, pandai berbicara
yang tentunya berisi. Percakapan mengalir, tidak berkesan sebagai sekadar
formalitas basa-basi. Sungguh pandai mengapresiasi dan elegan dalam
menyampaikan pendapat. Aku belajar banyak dari mereka.
Seminar
usai, bertukar kontak dengan finalis lainnya dan meminta kartu nama pembicara
adalah hal yang paling menyenangkan. Bukan modus lho, sebut saja nambah relasi.
Nah, gitu. Haha.
Tak lupa foto bareng, hidup tanpa dokumentasi bagai buah naga tanpa biji, kurang kriuk!
Tak lupa foto bareng, hidup tanpa dokumentasi bagai buah naga tanpa biji, kurang kriuk!
| seminar 'Brandstorm' | via masihnyata.com |
![]() |
| finalis Creation Festival setelah seminar | via masihnyata.com |
Kami
balik lagi ke hotel dengan diantar mobil yang telah disediakan panitia.
Kemudian mulai merancang apa saja yang harus dimodifikasi lagi dengan ide yang
baru bermunculan, termasuk penentuan dresscode.
Waktu presentasi hanya 15 menit, kami latihan dan selalu kekurangan waktu.
Durasi 15 menit terlalu singkat untuk kami ternyata, maka kami otak-atik lagi
konsepnya hingga jadi beda banget dari rencana awal. Gurbak. Banyak sekali ide
yang bermunculan, dari konsep siaran radio yang ngga jadi gegara kitanya kan pakai
video juga, nah, video mah mana keliatan di radio. Hingga akhirnya konsep talk show TV gitu. Lengkap dengan
pembawa acara, guest star, cameraman, floor director dan penelpon
bo’ongan. Hehe.
Di
hari pertama rangkaian CF, kami masih hanya merancang konsep dan belum
mematangkannya. Fokus kami lebih tersita ke mempersiapkan kebutuhan lain
seperti print-print, laminating, dan
lain-lain. Setidaknya, seminar tadi memberikan kami gambaran ruang dan peserta
yang akan kami hadapi.
DAY 2
Agenda
hari kedua adalah City Tour. Pagi
itu kami tidak menggunakan bus kampus, namun langsung dijemput panitia untuk
selanjutnya berkumpul dan berangkat bersama dari kampus. Perjalanan yang
menyenangkan dipandu kakak panitia—duh lupa namanya…Mas Arif? Nah, kalau ga
salah namanya itu. Hehe.
| di dalam bus | via masihnyata.com |
Kami
melewati banyak tempat menarik. Lewat pasar Gede, terus lewat Balai Kota juga.
Jadi keinget perjalanan awal sebelum masuk jadi finalis—ada di postingan sebelumnya. Lewat museum Bank Indonesia juga. Tempat yang pertama kali kami
kunjungi hari itu adalah Keraton Mangkunegaran. Semacam ritual wajib, tentu
saja kami tidak lupa untuk foto bareng. Hehe.
![]() |
| Keraton Mangkunegaran | via masihnyata.com |
Ada
Mbak Tour Guidenya juga yang
menjelaskan beberapa mitos di keraton tersebut. Bangunan peninggalan kerajaan
emang banyak ceritanya. Tentang simbol-simbol di dinding, sapu lantai, tiang,
alat musik, dan masih banyak lagi. Ada satu mitos yang cukup menarik, yaitu
tentang jodoh. Haha, jadi mitosnya nih, bagi siapa aja yang bisa memeluk penuh
tiang di Pura itu dengan tiap jari tangan bersentuhan ketika merangkul, akan
cepat dapat jodoh! Lantas adegan memeluk tiang dilakukan oleh sebagian besar
finalis. Ckck. Dasar deh, kaum jablay.
Eh,
aku ikutan meluk tiang juga sih padahal. Lalalalalalala.
![]() |
| mitos memeluk tiang di Pura Mangkunegaran | via masihnyata.com |
Ada
beberapa ruangan yang tidak diperbolehkan untuk diambil gambarnya. It’s okay, biar aku ceritakan, itu
adalah ruang meditasi Raja dan Ratu. Semacam museum gitu juga sih sebenarnya.
Banyak barang-barang antik dari mancanegara di simpan dalam etalase. Seperti
alat berperang, perabot dalam penjamuan, koin-koin yang ternyata uang, dan
banyak lagi. Aura kerajaannya kental banget deh pokoknya.
Puas
berkeliling Keraton Mangkunegaran, perjalanan dilanjutkan ke Kampung Batik
Laweyan. Disebut kampung batik karena tiap rumah penduduk di kampung itu adalah
pengrajin batik. Tiap rumah ada toko batiknya. Wow. Kami berkunjung di salah
satu toko batik dan menyaksikan langsung proses pembuatan batik. Dari yang
masih ditulisi pakai pensil, diwarnai, hingga dicetak. Prosesnya terbilang
variatif, ada yang melewati beberapa tahapan dulu, hingga ada yang tingga
dicetak gitu—semacam distempel. Aku upload videonya di instagramku. Bisa dicek
sekalian follow di @bukanfifin yah.
Haha. Di sana, rasanya kagum sekali bertemu dengan orang-orang yang teliti pun
tekun. Ini nih, tangan-tangan ajaib di balik kain batik yang dibanggakan
orang-orang Indonesia.
| Titin in action, ngebatik kombinasi | via masihnyata.com |
| batik cetak | via masihnyata.com |
| Fifin in action, ngebatik kombinasi | via masihnyata.com |
Setelah
puas foto-foto di kampung batik laweyan, kita lanjut makan siang.
Coba
tebak kita makan siang di mana?
Di Ralana Restaurant!
Di Ralana Restaurant!
| Titin in action, sebelum makan | via masihnyata.com |
Untuk flying umbrella klik di sini.
![]() |
| Launching buku bareng Mbak Retno | via masihnyata.com |
Tidak
hanya nge-lunch, ada seminar
sekaligus lunching buku gitu dari
Mbak Retno Wulandari. Selaku PR The Sunan Hotel Solo. Bukunya berjudul ‘Media
Darling ala Jokowi’, Mbak Retno kenal dengan orang nomor satu di Indonesia itu,
secara Pak Jokowi pun asalnya dari Solo juga kan. Buku itu mengupas habis cara
Jokowi memanfaatkan media dalam mendapatkan reputasinya sedari jadi Walikota
Solo dulu hingga sekarang. Ada lomba ngetwit juga waktu itu, eh, aku menang.
Dapat selfie bareng Mbak Retno deh plus buku, kartu nama, dan tandatangan serta
pesan yang aku request sendiri.
Ahaha. Lucu karena dia sempat salah nulisin namaku, lalu dicoret. Haish.
![]() |
| Pesan untuk Fifin | via masihnyata.com |
Body
mulai letih, setelah menguras energi di resto. Kami diantarkan ke penginapan
masing-masing.
Hari
itu kami, Antariksa, tengah mengusahakan Nasi Golong Gilig. Adalah makanan khas
Solo yang menjadi bagian dalam konsep presentasi kami. Cuman, susah banget
nyarinya. Ngerekues di burjo langganan pun ngga bisa. Ada sih CP yang dikasi
Mas Kris buat ngedapetin itu nasi, tapi karena dadakan H-1 dan kita mintanya delivery, mereka tidak menyanggupi.
Harganya ngga sesuai perkiraan pun. Waduh.
Untung
saja ada Nitha, teman kami yang berkuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta
(UMS). Dengan segenap hati dia ngebantuin kami buat nyari Nasi Golong Gilig.
Lumayan jauh lho jarak kost Nitha ke tempat kami, makasih banget lho Nitha.
Cerita sedikit tentang Nitha, aku dan dia sebenernya satu sekolah sejak
SD-SMP-SMA, iya, dunia kecil banget. Nitha dan Titin mengitari Solo hingga
larut malam demi senampan Nasi Golong Gilig. Nitha sampai ngga kuliah di
keesokan harinya juga gegara kami, iya, Nitha menginap juga di hotel kami malam
itu. Perjuangan Titin dan Nitha membuahkan hasil, dari sekian banyak warung
yang tutup dan menolak pesanan kami masih ada satu yang bersedia tentu dengan
negosiasi yang cukup mengulur waktu hingga larut malam pula.
Deadline
pada malam itu adalah pukul 21:00 WIB. Rencananya, Mbak Saum akan datang menjemput filenya ke hotel. Kami masih
ngutak-atik, waktunya sudah mepet banget, sedang malam itu ada Mbak Iis juga
yang tengah mampir di hotel kami. Jadi, Mbak Iis ini emang sering mampir,
Bawain obat masuk anginlah, kue cubitlah, curhatlah. Etdah. Dan, di malam itu,
Mbak Iis juga sebagai saksi hidup adegan si Titin kekunci di kamar mandi.
Wkwkwkwk.
![]() |
| kue cubit dari Mbak Iis | via masihnyata.com |
Iya,
jadi ceritanya setelah lama mencari Nasi Golong Gilig bersama Nitha, Titin yang
sukses masuk kamar mandi malah failed
gitu keluar kamar mandinya. Kekunci tepatnya. Itu kunci pintu kamar mandinya
emang ngga beres sejak awal sih sebenarnya. Agak ricuh juga waktu itu, asli
bikin ngakak. Petugas hotel sampai 5 orang bergiliran datang untuk ngedobrak
dan ngecungkil-cungkil pintunya. Gagal semua. Ahahaha.
“Mbak,
mundur, Mbak.. ga usah di belakang pintu. Pintunya mau didobrak.”
“Mbak
sabar yaa Mbak.. ga apa-apa kan di dalam?”
“Mbak
pakai baju kan, mbak? Atau handuk gitu?”
Sumpah
deh, absurd banget. Bruakakakak. Mbak
Iis sampai nyebar info di grup Himakom UNS, dia bilang, “ada yang bisa benerin
pintu ngga? Finalis dari UMY ada yang kejebak kekunci di kamar mandi nih,
lokasi di Hotel Bintang.”
Ini
dunia harus tahu banget kalau Titin kejebak, aku dan Tyo merekam proses
pendobrakan sampai si Titin berhasil keluar gegara petugas hotelnya masuk lewat
ventilasi kamar mandi. Ekspresi dia pas keluar kamar mandi? Innocent. Dia ga sadar betapa hebohnya orang-orang di luar sana
selama dia terkurung.
Malam
itu kita begadang buat latihan. Konsep sudah matang. Ihtiar dan doa kami
panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berharap yang terbaik diberikan kepada
kami, Antariksa.
DAY 3
Pagi
harinya kami dijemput oleh panitia untuk tiba di Aula. Keterlambatan dalam
bentuk apapun saat mengikuti rangkaian CF dapat memotong poin. Posisi poin kami
waktu itu adalah di peringkat ke-5. Sebenarnya, sangat mengejutkan karena kami
dapat menggeser beberapa juara bertahan sehingga tidak berada di posisi
finalis. Empat kelompok yang menjadi
rival kami saat itu memang memiliki forum khusus di prodinya untuk
mengikuti perlombaan PR, punya pembimbing khusus pula dan jam terbang ke
berbagai perlombaan PR sebelumnya. Mereka bergenerasi, nama tim mereka pun
sudah sangat familiar. Sedang kan kami? Wkwk, nama tim saja baru terbentuk.
Ikut lomba juga gegara mau ngisi liburan doang. Sempat pesismis juga
sebenarnya, waktu mau berangkat ke Solo gegara sadar lawan-lawannya tangguh.
Kami lebih terbiasa menjadi panitia dibanding menjadi peserta. Beberapa finalis
bahkan panitia dari CF juga pernah menjadi peserta di event yang kami buat. So,
gantian gitu deh jadi peserta dan panitianya. Agak awkward memang, peserta yang dulu kita LO-in sekarang malah
nge-LO-in kita. Wkwk. Antariksa beneran amatir pokoknya, tapi untuk permulaan,
kami tergolong pemula yang keren. Baru membentuk tim langsung jadi finalis.
Wkwk. Ketika tim yang lain ngomongin, “kamu ikut lomba PR yang diadain X
kemarin itu ngga?”, “eh, kelompok kalian ga sih yang menang di lomba PR yang
diadain X kemarin? Owh, generasi sebelumnya ternyata yaa”, “ada info lomba PR
dari X tuh, ikut lagi yuk!”. Jadi, omongan ala ‘peserta’ beda banget sama basic kita yang selama ini menjadi
‘panitia’. Ternyata gini yaa rasanya.. Huhuhu. Pengalaman yang beneran beda,
Tuhan memberikan kami kesempatan untuk merasakan berbagai posisi rupanya. Masya Allah.
Dan
tentu, sebagai peserta yang terbiasa menjadi panitia, hal yang kami amati
berbeda dengan orang kebanyakan. Seperti..
“Panitianya
kurang briefing nih.”
“Perkab
mana perkab, soundnya ga beres tuh”
“Ini
LOnya gimana sih”
“Lho,
kok ketua bisa jadi MC?”
“Ice breakingnya garing nih”
“Timernya kurang gesit”
“Waaah,
bakal banyak evaluasinya nih”
Gitu
deh, kacamata panitia emang beda. Padahal, finalis yang lain enjoy-enjoy aja tuh ngikutin acaranya.
Dan, iya juga sih, kami tahu bagaimana ribetnya jadi panitia. Emang ngga
gampang. Kali itu kami merasa enak banget bisa jadi peserta. Haha. But over all, acaranya cukup berkesan.
Pagi
itu dimulai dengan pengambilan lot untuk urutan presentasi. Tim Antariksa dapat
nomor urut ke-4. Untuk menunggu giliran, kami dipersilakan di luar.
“Eh,
kabarnya ada yang kekunci di kamar mandi yaa semalam dari tim kalian? Siapa?
Kamu yaa? Hahaha”
Kekunci
di kamar mandi bukan rahasia lagi. Info bocor. Duh. Titin berusaha menanggapi
dengan tegar. Haha. Jadi, untuk perform
sistemnya adalah finalis yang presentasi berada di dalam ruangan dan dapat
menyaksikan finalis selanjutnya yang presentasi. Kalau nomor urut ke-4? Kita
cuman bisa menyaksikan ketika kelompok ke-5 aja yang presentasi. Padahal,
pinginnya sih menyaksikan semuanya, biar jadi pembelajaran gitu maksudnya.
Namun nyatanya Tuhan sudah mengatur itu semua, ketika tengah menunggu nomor
urut untuk perform, ada hal tak
terduga yang terjadi.
Coba
tebak!
Mas
Krisna datang!
Padahal
di waktu lewat tengah malam hingga subuh sebelumnya ia mengabarkan masih ada
urusan yang sedang digarap, intinya, kemungkinan besar Mas Kris Ngga datang.
“Mas
ngga tidur?”
“Udah
kok di kereta tadi”
Wedew,
kalau boleh jujur sih, aku jadi semacam agak nervouse gitu pas tahu Mas Kris datang. Takut banget rasanya
ngecewain dia. Dilihat dari segala usaha dan cara dia mendukung serta
menyemangati kami, rasanya ga enak banget kalau ngga kasi yang terbaik buat
dia. Beberapa konsep dirombak lagi. Etdah, ini beneran bikin deg-degan. Jadi
peserta itu tidak semudah jadi panitia ternyata.
Tiba
waktu perform kami, Mas Kris dan
Nitha sudah siap dengan kamera mereka di kursi penonton.
Gini nih gambaran konsep presentasi
kami.
Tyo
sebagai Floor Director, Fathan
sebagai Cameraman, Adam sebagai Operator, Titin sebagai Pembawa Acara,
dan aku sebagai Guest Star/Presentator.
Tyo : Camera! Lighting! Sound!
Fathan : Rolling!
Adam : Rolling!
Tyo : Action!
Titin : Selamat pagi pemirsa berjumpa lagi dengan
saya Annisa dalam Acara Apa Kabar Solo? Bla bla bla
*Cameraman dan Floor Director tepat di sebelah juri. Titin menghadap ke kamera. Thank’s to Mbak Citra yang udah
mengusahakan tripod untuk kita. Hehe.*
Titin : Hari ini kita kedatangan seorang Guest Star bla bla bla namun sebelumnya,
mari kita saksikan dulu video yang satu ini..
*kemudian
video yang kami buat diplay oleh Adam,
video itu tentang tagline yang kami
pilih untuk rebranding Kota Solo,
yaitu ‘Solo Semanak’. Isinya yaitu beberapa orang Solo dari ragam latar
belakang dan usia (anak sekolah, tukang becak, PNS, pramugari, dll) yang ngomong bilang ‘Solo Semanak’*
*setelah
video selesai, aku masuk*
Fifin
: Solo Semanak! Bla bla bla bla. Dewan
juri yang terhormat, bla bla bla
*ada
beberapa slide yang aku terlalu
ringkas dan lompatin, itu beneran ngga seperti pas latihan. Lebih cepat dari
seharusnya*
*ada
adegan selfie, dan membagikan Nasi
Gilong Gilig juga ke juri di tengah presentasi sesuai dengan konsep kami.
Sialnya,aku lupa ada bak sampah yang sudah kami dekor sedemikian rupa pula di
depan sana. Aku padahal sudah menyiapkan sampahnya, untuk akting buang sampah,
tapi malah lupa buang sampahnya. Ckck*
*setelah
materi selesai, Titin masuk*
Titin : itu dia tadi tentang Solo Semanak. Bla
bla bla, sekarang waktunya kuis untuk pemirsa di rumah, silakan telpon ke nomor
bla bla bla
*di
sini Titin khilaf bilang 0274, padahal itu kode telepon Jogja. Haha, sedari
awal juga ternyata Tyo lupa ngeinstal
font untuk materi presentasi kita. Padahal udah diwanti-wanti sebelumnya.
Gurbak dah. Wakakakak*
*untuk
segmen telepon, ada suara yang diplay
Adam, itu adalah record penelepon.
Sudah disetting dan latihan
sebelumnya. Suara si Tyo ketahuan banget. Wkwk. Ada yang bikin kocak, berhubung
kita ngga terbiasa menyebut nama daerah di Solo, ketika Tyo bilang ‘dari Jebres’ audiens pada ketawa. Jebres
dibaca Je seperti Jerapah, seharusnya Je seperti di Jendral *
Titin : kemudian untuk pemirsa di studio, bisa
cek di bawah bangku sekarang. Kami telah menaruh kertas bertuliskan Solo
Semanak dan pita. Yang menemukan silakan maju, ada hadiah menarik dari kami.
*Lantas
audiens dalam ruangan mencari-cari ke
bawah kolong kursi mereka. Mbak Citra Sebagai LO kami, telah kami mintai
tolong. Wkwk. Jadi, emang sengaja ngasi kertasnya ke dia sejak awal, ceritanya
nih dia yang menemukan dan maju ke podium. Gitu.. Agenda setting banget dah, dasar anak komunikasi. Wkwk*
*majulah
Mbak Citra dan mendapatkan kaos dari kami. Di penghujung acara, kami bernarasi
singkat yang di endingnya bilang
‘Solo Semanak!’ sembari membuka blazzer masing-masing untuk menunjukkan kaos
‘Solo Semanak’ yang kami kenakan. Waktu itu, aku dan Titin pakai Blazzer, Tyo,
Adam, dan Fathan memakai Almamater. Tidak ada yang menyangka di balik
penampilan formal kami ada kaos nyentrik warna-warni semacam itu*
![]() |
| setelah perform Tim Antariksa dikomentarin juri | via masihnyata.com |
![]() |
| finalis Creation Festival setelah perform | via masihnyata.com |
Perform
selesai dengan ruangan aula penuh dengan tepuk tangan. Rasanya lega banget.
Salaman sama juri dan peserta serta Mas Kris. Duh, kealphaan lainnya masih
bikin ngerasa bersalah. Aku pribadi ngerasa banget kita tampil ngga maksimal.
Tapi, juri bilang kita komunikatif dan menarik.
Yang
sudah biarlah sudah..
Kami
saling memaafkan diri kami, kata-kata untuk saling memotivasi keluar begitu
saja.
Dan
tentu, tak lupa selfie pasca
presentasi. Gopronya Fathan berguna
banget dah pokoknya.
Sembari
istirahat, kami makan bareng dan main ke kantin. Sempat ngepromosiin olarv.com
dan masihnyata.com juga sama temen-temen panitia. “itu web Olarv jangan lupa
dibuka yaa, isinya keren-keren lho, kalau mau nyumbang tulisan juga boleh
banget. Langsung aja hubungi aku! Hehe”. Mereka antusias sekali dan mengaku
sebagai seorang blogger juga
ternyata.
Ada
acara semacam Coching Clinic sebelum
awarding, diisi oleh salah seorang juri yaitu Pak Arif. Beliau orangnya asyik
banget dah. Kocak.
Hingga
awarding tiba, nama-nama pemenang
yang sudah langganan dan terprediksi kembali menjadi juara. Duh, penasaran
banget sebenarnya sama konsep presentasi mereka. Hiks. Mereka emang pantas kok
jadi pemenang, mereka memang keren. Kami belajar banyak dari mereka. Juara 1
diraih oleh Kujang Rangers dari UNPAD, juara 2
diraih oleh PRameswari dari UAJY dan juara 3 diraih oleh Pride dari Unair.
Selamat! Omedeto gozaimasu, Minna!
Senang sekali rasanya dapat
teman-teman baru yang keren abis. Tidak hanya sampai di sana, kami juga membuat
grup ‘Alumni Creation’ di LINE. Ihirrr. Keep
in touch yah, gae
s! Saling follow IG juga. Hihi.
![]() |
| grup alumni creation festival di line | via masihnyata.com |
Setelah usai acara, kami pamitan,
foto-foto lagi-terus-selamanya, dan cipikacipiki sana-sini. Kami kembali ke
hotel untuk Check Out dan bergegas ke
Stasiun Solo Balapan. Sebelumnya, ada adegan sepatu Titin ketinggalan, nitip
setrikaan, dan dikira ngambil handuk hotel. Gurbak, plis deh, ini tas kita udah
penuh sesak banget, ngga banget juga ngambil handuk hotel. Haha.
Di
hari itu, baru deh kerasa banget capeknya. Hari-hari sebelumnya ngga terasa.
Kami langsung pada kembung. Hapeku lowbet semua, power bank kosong juga. Ini untuk minta dijemput gimana caranya?
Di
detik-detik terakhir lowbet, aku minta jemput buat siapa aja Princess Kos Mawar
yang sempat. Kutulis di group. Kemudian hape mati.
![]() |
| grup BBM Princess Kos Mawar | via masihnyata.com |
Jogja
hujan. Beda banget sama Solo yang panas banget. Rasanya terflashback otomatis semua
usaha dan perjalanan kami yang nyempat-nyempatin untuk ikutan lomba ini. Jadi
inget hari di mana ngajuin proposal ke jurusan, waktu nekat (the real) jalan-jalan ke Solo, begadang
di KFC Sudirman, Legend, Indiegocafe, kontrakan Adam, Perpustakaan Jurusan,
dll.
Terimakasih,
Antariksa. Atas keasempatan untuk berproses bersama.
Satu
list dari targetku kecoret lagi deh,
‘ikut lomba PR tingkat nasional’. Setelahnya aku mau wujudin ‘jadi pemenang
lomba PR tingkat nasional’. Hehe. Aamiin.
Untungnya
Rizca ngejemput di Stasiun, wah. Thank
you so much Risko! I heart you
deh!
Hari-hari
selanjutnya bagaimana?
![]() |
| grup BBM Antariksa | via masihnyata.com |
Tetap,
ke rutinitas biasa. Kuliah-tugas-ujian-rapat=panita, ditambah LPJ ke jurusan
tentang CF tentunya. Kabar buruknya, kondisi tubuh ngga stabil gitu pasca
nemuin kamar kos lagi, kebiasaan di hotel kalik. Hahaha. Si Putra finalis dari
UAJY mampir juga ke UMY beberapa waktu lalu, dia roadshow buat lomba CommniFest.
Tuh kan, dunia emang sempit.
![]() |
| Putra UAJY ke UMY (lagi) | via masihnyata.com |
Itu
dia kisah perjalanan Creation Festival yang pernah aku janjiin. Wow, panjang
juga ternyata. Hehe. For the last but not
least, aku cuman mau bilang, untuk siapapun di luar sana yang tengah
memperjuangkan sesuatu. Jangan setengah-setengah yaa, nikmati prosesnya! Akan
ada kalanya hal terburuk sekalipun menjadi ingatan berharga yang kelak kita
ceritakan pada orang lain. Berbahagialah. Nikmati hidupmu. Jadilah pribadi yang
lebih baik setiap waktu. Ambil semua kesempatan, karena dengan begitu kamu
memiliki peluang untuk lebih terlihat.
Wassalaam
BONUS:
![]() |
| desain kaos Solo Semanak (logo by Fathan) | via masihnyata.com |
![]() |
| nyetrika jilbab di hotel *kelakuan* | via masihnyata.com |
![]() |
| bareng LO tercinta, Mbak Citra | via masihnyata.com |
![]() |
| bareng humas tercinta, Mbak Iis | via masihnyata.com |
![]() |
| Fifin & Titin -desain bak sampah ala Solo Semanak- | via masihnyata.com |
![]() |
| master plan | via masihnyata.com |
Yogyakarta
Zulfin Hariani
100420151543
100420151543


















Niat banget nulisnya neng....hahahaha, banyak euy! keren ^^
BalasHapuslha, kalau mau nulis kan emang kudu niat dulu, Bang :3 dibaca semua ga? :p
Hapusahaha, domo arigato!
Fifin, kamu punya foto yang dari mas Kris? mintaaaa hahaha
BalasHapusyang di atas itu bukan dari Mas Kris :3
Hapusdari Nitha, Yok.