Pada akhirnya, kamu adalah satu-satunya orang yang akan
berjuang. Sendirian. Berletih, berpeluh, putus asa, menangis, ingin menyerah,
bangkit, sendirian.
Iya, kamu. Kamu sendiri. Dengan segala tekad dan usahamu.
Dengan segenap ambisi dan ihtiarmu. Kamu berdiri di atas lutut, memaksa
melangkah, memberanikan diri, melawan rasa takut, bertanya berulang-ulang
seperti orang bodoh. Kamu begadang, kamu ingin berikan yang terbaik, kamu
mencoba segala kemungkinan.
Walau sering pula rasanya malas luar biasa, kamu hanya tiduran saja seharian. Tidak ada
yang menghentikan tindakan konyolmu, tidak satupun, bahkan dirimu sendiri, yang
sejatinya paham itu salah dan seharusnya melakukan hal yang benar.
Rasa sadar dirimulah, yang nantinya mengetuk bilik-bilik
malas, yang dengannya kau tergerak walau hanya untuk sekadar mengingat tujuan
utama. Kau mulai gundah karena beban mental dari harapan orang-orang yang
mempercayakan dirimu menyelesaikan tanggung jawab ini.
Mereka, adalah orang-orang yang mengijinkanmu untuk
bertanggung jawab pada pilihanmu sendiri. Tak pernah mengekang, tak pernah
terlambat, selalu mendukung. Kau takut mengecewakan, namun bingung harus
menaiki anak tangga yang mana, untuk bisa sampai di puncak.
Pada akhirnya, kamu adalah satu-satunya orang yang akan berjuang.
Sendirian. Berletih, berpeluh, putus asa, menangis, ingin menyerah, bangkit,
sendirian.
Iya, kamu.
Kamu sendiri.
..mungkin dengan begitu, sujud di akhir rekaatmu bisa lebih
lama

waahhh...prok prok prok.
BalasHapusapalah, bang? ._.
Hapus*baru sempat bales
suka ama fotonya, gimanaaaaa gituw ;)
BalasHapusmalah salah fokus sama fotonya si Mbak mah :p
Hapus