Tidak hanya bisa meratapi diri, ketika kata-kata orang bisa
setajam belati.
Tidak tersungkur dalam, ketika kaki memijak ranjau yang
buram.
Ternyata, aku tidak
selemah itu.
Selemah yang kupikir, bisa robohkan sederet bangunan mimpi
yang tinggi.
Selemah yang kukira, mampu patahkan arang yang urung menjadi
intan.
Dan, ternyata aku
tidak selemah itu.
Aku masih berjalan, belum berhenti, walau pelan namun pasti.
Aku bisa obati goresan belati, lewati ranjau, menjaga mimpi,
pun mengubah arang menjadi intan.
Iya, walau akhirnya
aku tahu aku tidak selemah itu.
Namun aku juga tahu pasti,
tidak akan sekuat yang kumau.
Yogyakarta,
Zulfin Hariani
230720171208

Komentar
Posting Komentar