Assalamualaikum!
Beberapa waktu yang lalu, aku sempat berpikir untuk berhenti
menulis saja. Hanya untuk sesaat. Walau entah sampai kapan. Hanya karena beberapa
kemungkinan yang kupikir hanya akan menambah-nambah beban pikiran saja. Namun
nyatanya tidak juga sih. Lol. Hum, walau tempat berbagi pikiran selalu ada
berwujud orang lain, menuang pikiran melalui tulisan juga nyatanya telah
menjadi kebutuhanku. Sejak lama. Maka, sempat beberapa kali aku menulis lagi
untuk kusimpan sendiri.
Pikiran untuk puasa menulis dan berganti untuk lebih banyak
membaca saja itu, nyatanya terhenti juga hari ini. Ketika aku malah menemukan
kembali sebuah buku yang di sampulnya bertuliskan, 'bila mulutmu disumpal, angkatlah penamu’. Aku membuka lembar demi
lembar, membaca. Oh ternyata, justru buku yang bagus nyatanya tak hanya akan
menyegarkan pikir. Ia juga menumbuhkan hasrat menulis.
Aku berpikir, ada orang-orang yang ingin bersuara di luar
sana, namun tak diberi ruang kesempatan untuk itu atas nama aturan. Padahal bisa
jadi, yang mereka ingin sampaikan itu bermanfat, berilmu, membuka pikiran. Olehnya,
mereka memilih untuk menulis saja. Sedang aku? Wkwk. Hal yang mengunci langkahku yaa
ternyata aku sendiri. Sungguh tidak pandai bersyukur.
Walau begitu, nyatanya aku masih mengelak juga. Masih bandel
dan kerap menepis tiap hasrat ingin menulis datang. Kulepas buku, kubuka youtube. Hingga akhirnya aku menemukan
video para penulis buku yang memaparkan alasan mereka tetap menulis. Kutemukan video
Fiersa Besari, aku tertegun. Ia katakan menulis itu untuk kepuasan hati. Sebuah
kebutuhan. Untuk dokumentasi hidupnya. Seketika aku merasa ‘eh kok sama ya’. Hahaha, ini ibarat mau move on tapi banyak godaannya. Seolah semesta memanggil-manggil
untuk menulis kembali.
Ditambah lagi, semakin banyak saja rupanya kejadian-kejadian
yang biasanya aku tuangkan dalam tulisan terjadi dalam jangkauku. Sungguh menggelitik
jari untuk mulai menulis. Seolah mereka mengetuk-ketuk dinding pertahanan, “Fin,
yakin ga mau nulis lagi?”
Aku juga menemukan beberapa orang mulai membangun kebiasaan
mereka sendiri. Memaksa diri untuk terbiasa. Melihatnya juga membuat pertanyaan
tadi memenuhi kepala, “Beneran nih, Fin? Nulis lagi aja sih ah”
Lalu kucoba dengan membuat beberapa caption foto-foto yang membosankan, agar aku bosan. Nyatanya kemudian
aku beneran bosan. Lol. Lmao. Lalu kucoba lagi melepas beberapa bacaan dan berselancar
di youtube. Iya, aku anaknya emang yutupan banget. Makanya kuota internet cepat
habis. Hehe. Hum, lalu kutemukan daily
vlog yang pernah kutonton dulu, daily
vlog yang dijadikan challenge oleh
Agung Hapsah selama seminggu. Dia mengaku, ingin menantang dirinya sendiri
untuk tetap berkarya. Kemudian kupikir, membuat video seperti dia itu tidak
mudah. Sinematografinya markotop soale. Shoot,
take, cut, editing, dan segala tetek-bengek lainnya. But he still make it. He did a very good job. Lalu kuskrol lagi timeline, kutemukan Skinnyfabs buat daily vlog challenge yang rulesnya sama
seperti Agung tadi. Harus posting tiap hari selama seminggu. Etdah. Apa-apaan
ini. Berbeda dengan Agung, materi vlognya benar-benar apa adanya. It’s real life btw. Lol. Walau begitu,
ia tetap coba konsisten.
So, I just thinking
like, kenapa aku yang padahal cuma nulis doang bisa mikir buat puasa nulis
aja? See? Yas I know I am a really bad
blogger—and maybe none care abo that. Wtf. Lol. But, HELLO, from the very first place I choose this way, I wish I could
introspeksi diri lewat menulis ataupun mengingat dengan membaca ulang. Lol.
“Mba kok ga perna update blog lagi?”
“Oh lagi vakum bentar, dek”
“Kenapa vakum?”
“Lagi banyak mata-mata soalnya.. hehe”
Adalah alasan ngeles yang kerap kuungkapkan, biar dikira
kegeeran dan tidak ada orang yang suka berdebat dengan orang yang udah kegeeran
duluan kan? Lol. But, seriously, I think I
wanna challenge myself this time tho. Yhaaa, anggap saja puasa nulis yang
kemarin-kemarin itu juga adalah sebuah challenge,
yang ternyata cuma bisa tahan sampai 4 bulan? Hahaha bentar banget padahal. Ew.
So yhaa, begini tantangannya. Jadi aku inshaa Allah akan
nulis tiap hari dan diposting di sini. Entah nulis fragment, opini,
sajak-sajak, apapun bebas asal nulis. Bisa jadi di awal-awal ntar panjang gitu
postingannya, eh terus bakal pendek, atau entah bagaimana ntar aku belum tahu. Lol.
Namanya juga challenge. But, yhaa, still, I’ll put my heart there.
Hehe.
Di Lombok, aku biasanya tidur pukul sebelasan malam gitu,
setelah bapak pulang. Kesian doi ga ada yang bukain pintu dan buatin kopi soale
ntar *eh. So dat, sebelum jam
tersebut, aku harusnya sudah posting something.
Sehari minimal ngepost 1 note yang
dibuat hari itu juga, ga bole dari tulisan nyetok sebelum-sebelumnya. Hosh!
Dimulai hari ini, hingga 7 hari ke depan berarti itu sekitar tanggal…wait cek kalender, 30 Juli 2018! Daebak.
Yaudah, gitu dulu ajah. Wish
me luck!
Wassalaam
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bonus foto, beberapa tempat yang aku singgahi selama vakum
nulis, bisa jadi bakal jadi bahan postingan selanjutnya:
 |
KEDIRI
|
 |
TANGAN BAPAK (SELALU) PALING BEDA
|
 |
| DI LOMBOK KERJAANNYA KE RUMAH RIA MINTA MANGGA TERUS AKUTU :3 |
 |
| PANTAI MANDALIKA WITH FOSPAST. SAHABAT SESURGA. AAMIIN! |
 |
| YANG DULU DEKAT, MENJAUH, LALU ERAT LAGI :') |
..terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat pun menemani selama proses itu aku lewati,
without you I am nothing
Bermis,
Zulfin Hariani
240720181434
Komentar
Posting Komentar