Mungkin sebenarnya, kita sama saja. Hanya menyoal beberapa elemen dengan rasio berbeda, menjadikan kita terlihat tak sama.
***
Sering kali ketika kita menemukan
orang lain berbeda dengan diri kita,
kita merasa tak cocok dengannya. Tak sesuai. Tak sama. Let say, doi terlalu banyak
bicara, terlalu pendiam, terlalu percaya diri, terlalu minder, dan
terlalu-terlalu lainnya.
Padahal, itu hanya menyoal
bagaimana mereka bertumbuh. Let say,
seorang anak yang dididik dengan penuh ketakutan dan tekanan, besarnya nanti
akan penakut dan mudah cemas. Jika dididik dengan kritikan dan banyak tuntutan,
besarnya nanti akan mudah mengalami krisis percaya diri. Mendasar memang, tapi
elemen-elemen itulah yang nantinya akan membentuk karakter seseorang.
Namun, pernahkah terpikir, bahwa mungkin
sebenarnya, kita sama saja. Hanya menyoal beberapa elemen dengan rasio berbeda,
menjadikan kita terlihat tak sama.
Ada orang-orang yang tumbuh dalam
tekanan, namun tak selamanya tumbuh dalam kecemasan. Elemen lain dalam hidupnya
secara tak sadar ternutrisi, menjadikannya seimbang karena ingin lebih berkembang.
Kemudian menjadikannya nyambung. Menjadikannya tak berbeda dengan kita. Mungkin
benar jika dia lebih banyak bicara dibanding diri kita, lantas membuat perasaan agak risih,
namun bisa jadi di sisi lain dia juga lebih berani dan bisa mengambil keputusan
dibanding kita, which is good. Beberapa
orang yang kita pikir berbeda, nyatanya bisa menjadi sama saja seperti kita,
dengan rasio beberapa elemen yang berbeda. Yang artinya, antara satu dan yang
lainnya saling melengkapi. Yang artinya, penyesuaian bisa kita ciptakan
sendiri. Yang artinya, perbedaan itu hanya menyoal sudut pandang saja.
Ketika bertemu orang baru dan
merasa tidak sesuai, coba perhatikan apa yang bisa ia lakukan sedang kamu tidak. Apa
yang bisa dia ajarkan dan kamu bisa pelajari. Karena sesungguhnya, dibalik
penolakan-penolakan dalam diri atas sesuatu itu, terdapat penerimaan-penerimaan
pula. Dan pemahaman-pemahaman atas hal tersebut, sangatlah berharga.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
…sebuah renungan di hari Gempa
Bermis
Zulfin Hariani
290720182300
290720182300

Luar biasa...
BalasHapus