Langsung ke konten utama

Walau Kita Tidak Pernah Tahu (Sebuah Catatan Delapan Belas Desember Kedua)



Walau kita tidak pernah tahu, apa yang akan terjadi di depan sana
Walau kita tidak pernah tahu, idealisme dalam diri kita yang mana dipaksa untuk diremukkan kelak
Walau kita tidak pernah tahu, mimpi yang mana yang lebih dahulu tercapai atau terhenti
Walau kita tidak pernah tahu, kekurangan apa lagi dalam masing-masing diri yang harus dimaklumi
Walau kita tidak pernah tahu, sejauh mana tabah meneguhkan kita nanti
Walau kita tidak pernah tahu, sekeras apa ego hati menguji masing-masing tangguh kita nanti
Walau kita tidak pernah tahu, siapa saja yang masuk dalam kehidupan kita setelah ini
Walau kita tidak pernah tahu, sebanyak apa keringat dan air mata harus terbendung atas nama tegar nanti
Walau kita tidak pernah tahu, sampai kapan Tuhan mempercayakan kita menjaga orang-orang terdekat di kemudian hari
Dan walau kita tidak pernah tahu, siapa di antara kita yang lebih dulu memulai kehidupan yang kenal nan abadi
Walau ya, kita tidak pernah tahu, layaknya kali pertama kita bertemu, yang nyatanya mampu melangkah hingga sejauh ini

Maka walau kita tidak pernah tahu akan seperti apa masa depan nanti, asal kita hadapi bersama di jalan Illahi Robbi, percaya saja, kita akan baik-baik saja 




--------------------------------------------

Selamat bertambah usia, Mas.

--------------------------------------------

Selong

Zulfin Hariani
171220182352

Komentar

Posting Komentar